Wayang Orang Bharata …. luar biasa!!!
06 Okt 2009 44 Komentar
in Event, Uncategorized Tag:Anoman Duta, Budaya Indonesia, Busway, Wayang Orang, Wayang Orang Bharata
Saya bukan orang Jawa, apalagi mengerti bahasa Jawa… jauh sekali rasanya … tetapi saat ada seruan untuk bersama-sama dengan teman-teman menyaksikan pertunjukan di WO Bharata saya segera mengacungkan jari untuk ikut … mengapa begitu? Ya karena suka … dan dalam menikmati seni atau budaya yang berbeda, bahasa bukanlah hambatan…..
Memasuki gedung WO Bharata di Kalilio – Senen, sama dengan saat kita masuk di gedung-gedung yang lain … tertata rapih dengan loket di sebelah kiri pintu masuk … sedikit lobby untuk berkumpul dan berbincang … dan toilet disebelah kanan [yang kondisinya baik, terawat dan cukup bersih meskipun kapasitasnya sedikit]. Bravo untuk impresi pertama yang menyenangkan …. Oh iya di depan gedung ada beberapa tukang minum dan makanan kecil yang bisa kita singgahi untuk bekal minum …
Masuk ke dalam ruang pertunjukan menambah kekaguman saya… wah penataannya bagus sekali …. dengan kursi yang empuk dan bisa terlipat … persis di bioskop mahal nih … penomoran dan pengaturan masuk dibantu oleh pemandu jadi kita tidak takut sesat atau kesandung-sandung … sekali lagi selamat untuk pengelolanya! Wah tambah bangga rasanya pas masuk … hmm tidak salah sasaran nih …
Begitu mulai dengan tarian pembuka dan adegan-adegan lanjutnya …. waduh rasanya benar-benar kekaguman saya sampai pada puncaknya… Penataan panggung … dilakukan dengan sangat baik, dengan set-set yang indah dan selalu berganti-ganti dengan baik. Pencahayaan panggung, waduh ini memang sangat bagus sekali … memungkinkan penonton
dari posisi manapun dia duduk dapat menikmati setiap sisi panggung yang dipergunakan untuk pertunjukan. Belum lagi jumlah intensitas cahaya lampu yang ternyata juga sangatl mencukupi untuk fotografi (semua foto saya tanpa bantuan blitz … yang tentu saja tidak boleh digunakan saat pertunjukan). Tata suara panggung, sinden dan nayaga jelas sudah menggunakan sisteam yang sangat baik dalam menangkap suara yang dikeluarkan dengan sempurna …. Kesimpulannya semua perangkat penunjang pertunjukan sangat prima … belum lagi ada running text di atas panggung sangat membantu orang yang tidak mengerti bahasa seperti saya…. Sekali lagi bravo!!!!
Pertunjukannya sendiri … lakon malam itu adalah Anoman Duta … nah setiap tiga bulan WO Bharata sudah mengeluarkan jadwal pertunjukan, lakon apa yang akan dimainkan … oh iya, mereka hanya ada pertunjukan setiap malam minggu ya .. Koreografi pertunjukan sudah sangat baik,
tari,
gerakan, alurnya … semua ditampilkan dengan luar biasa. Kekompakan gerak sangat prima, jelas mereka melakukan latihan dengan baik atau sudah menjiwai
perannya masing-masing. Penghayatan… nampak dari kemantapan gerak dan mimik para lakonnya … Spontanitas yang menjadi ciri pertunjukan rakyat tetaplah menonjol, dan dikuasai dengan baik … Intinya: tontonan ini sangat prima dan layak dilihat ….


Nah… sepulangnya dari menonton pertunjukan saya sempat berbincang-bincang sedikit dan memberi selamat kepada beberapa pemain yang akan pulang… ada yang naik motor, ada yang berkelompok naik mobil sewa, ada yang berkelompok naik taksi … ada juga yang naik angkot saja … adahal sudah lewat tengah malam… Ah para raja, dewa dewi tadi ternyata manusia biasa …
Oh iya tiketnya sangat murah … VIP hanya 40rb, kelas 1 30 rb dst, daya tampung gedung sekitar 200 orang … hayo tontonlah dan ikut melestarikan salah satu Budaya Indonesia, bangsa kita ……..
Wayang Orang Bharata (Kalilio-Senen) Busway turun di shelter senen dan jalan ke arah gunung sahari
Pertunjukan setiap malam minggu 20.30 s/d selesai
Hubungi : Rika 08159353845, Yunus 08561211842








Okt 06, 2009 @ 10:31:50
woh keren
Okt 06, 2009 @ 10:32:22
kita harus cinta budaya indonesia
Okt 06, 2009 @ 11:58:31
He he Setuju sekali Neng Didta …
Okt 06, 2009 @ 16:19:22
Mari kita cintai budaya negeri sendiri btw ini lakonnya apa ya
Okt 06, 2009 @ 16:24:26
oh lakonnya Anoman Duta Sukses ya Pak
Okt 06, 2009 @ 12:20:17
wayang,,saya paling suka sama tokoh arjuna…abis ceritanya cakep sih hehhee
Okt 06, 2009 @ 20:41:29
He he iya Mbak, tapi seringkali yang main malah wanita tuh untuk arjuna…
Okt 06, 2009 @ 12:21:14
wayang de kampung saya sdh jarang ada yg “nanggap” soalnya mahal,,,,
Okt 06, 2009 @ 16:20:32
lha pesertanya orang sama aja dengan biaya shotting film
Okt 06, 2009 @ 20:42:37
betul Mbak Mel, mahal sekali buat nanggap wayang wong…
Okt 06, 2009 @ 13:56:16
Saya lagi tergila gila dengan rahwana. Baru saja dapat pencerahan kalo sebenernya ada cerita ramayana yang mengatakan bahwa Rahwana adalah korban konspirasi hahahaha.
Pak, link nya saya pasang di rumah saya ya? kita bertukar?
Okt 06, 2009 @ 20:43:47
Wah kalau di India memang lain kisahnya ya ….
Sip Mas Kane …
Okt 06, 2009 @ 14:26:48
wah fotonya keren-keren jepretan sendiri ya?
Okt 06, 2009 @ 20:45:22
Mas Dendin,
Syukur sampai saat ini foto di blog sini hasil jepretan sendiri, minimal di shoot di kamera sendiri (terutama yang ada akunya…)
Okt 06, 2009 @ 14:29:09
betul sekali itu .. harus kita tonton untuk melestarikan warisan budaya dan jangan sampai kecolongan lagi
Okt 06, 2009 @ 20:46:52
Setuju Mas Cyzko … jadikan kesenangan kita untuk menonton pertunjukan budaya sendiri
Okt 06, 2009 @ 16:22:22
Salam Takzim
Wah sayang ya nonton wayang ngga bisa nikmati coto makasar, atau tempe penyet
Salam Takzim Batavusqu
Okt 06, 2009 @ 22:07:40
Mas Batavusqu, kalau mau sih ada banyak yang nonton sambil makan ketoprak yang pesen dari depan tuh … he he he … tapi kalau saya sih takut mengganggu yang lain tuh kalau begitu
Okt 06, 2009 @ 16:27:46
saya jadi malu…orang jawa malah belum pernah nonton wayang orang secara langsung. harus dijadualkan suatu saat nanti…
Okt 06, 2009 @ 20:52:00
Nggak usah malu Mas Gerilya.. langsung saja datang ke pertunjukan terdekat dengan kediamannya …
Okt 06, 2009 @ 17:09:21
Oh iya mas, ini keren bgt memang. saya aja baru 1x diajak nonton ortu saya. walaupun sy ga ngerti bhs jawa yg terlalu ngoko / halus, sy sih cuek aja. yg pntg sy suka dengan pertunjukkannya.
oya selain itu Ludruk dan ketoprak juga oke lho…coba ditonton secara LIVE ya, asik lho.
Okt 06, 2009 @ 20:55:04
Bagus Mbak … memang bahasanya nggak perlu paham juga nikmat kok nontonnya …
[waktu di surabaya sering juga nonton ludruk, kalau di Jogja pas sekatenan suka juga nonton ketoprak dulu Ngesti Pandowo ... betul bagus-bagus lho itu..]
Okt 06, 2009 @ 21:59:24
jangan cuman bisa koar-koar ketika ada bangsa lain mengklaim budaya kita tetapi kitanya sendiri gak pernah peduli dengan budaya tersebut. jangankan nonton, kenal aja gak!
Okt 10, 2009 @ 16:08:52
Iya Kang Alamendah
Okt 06, 2009 @ 23:23:30
waaaaaahh.. ada running text-nya.. mantap itu
karena saya juga jelas memerlukan kalau nonton ini.
mungkin terlihat sederhana, tapi bisa menjembatani pengertian antar budaya yg berbeda di negeri ini, utamanya bahasa.
jadi ingat dulu coba nonton pagelaran wayang ki manteb pancen oye itu, cuma bertahan selama 30 menit, sisanya bingung gak ngerti. hal terakhir yg saya sadar adalah, waktu ada yg nepuk-nepuk bahu dan bilang, “bangun mas, sudah pagi…”
Okt 10, 2009 @ 16:09:46
Ha ha ha ada saja nih Pakacil
Okt 07, 2009 @ 00:09:57
Mdh2an kesenian daerah ini ga d klaim ama negara lain lg ya om
amin..
Okt 10, 2009 @ 16:11:37
Iya Edda … jangan ya ..
Okt 07, 2009 @ 01:03:01
salah satu kesenian asli Indonesia yang hampir terlupakan …
seharusnya stasiun tv itu sering menayangkan kesenian seperti ini, jangan cuma sinetron yang gak ada ujungnya terus ….
habis wayang orang lanjut wayang kulit om ..
Okt 10, 2009 @ 16:12:32
Betul tuh Mas Nugroho … tv terlalu banyak sinetron
Okt 07, 2009 @ 05:47:11
Dari dulu pengen nonton sih, tapi di kota tempat saya berpijak sangatlah tidak ada pertunjukan kebudayaan. Pengen bangetttt..
Okt 10, 2009 @ 16:13:44
Yah diniatkan saja dulu … dan banyak membaca he he he
Okt 07, 2009 @ 08:27:56
melestarikan budaya memang perlu ya. Tiketnya aja murah bgt yg VIp…
Okt 10, 2009 @ 16:18:05
Betul terlalu murah Fachia …
Okt 07, 2009 @ 08:35:12
walaupun ga ngerti, bundo juga selalu senang nonton kesenian daerah.. apalagi menonton secara langsung penampilan yang berkualitas seperti ini.. hwaaa puas ya om iksa..
Okt 10, 2009 @ 16:19:29
Setuju sekali Bundo ….
Okt 07, 2009 @ 09:39:05
wayang orang? wow aseek banget…tarian daerah manapun selalu berkesan….palagi wayang orang ceritanya dari ramayana dan mahabaratha….semua mengasikkan….
Okt 10, 2009 @ 16:29:10
Setuju Mbak Wieda
Okt 08, 2009 @ 15:18:21
Bung Iksa,
Saya yakin banget, situ seneng dengan pementasan tari, mo tradisional ato modern, secara situ khan mantan penari Swara Maharddhika
hehehe…maaf buka kartu yaa…
Okt 10, 2009 @ 16:34:28
Iya Om Quchai bener sekali itu pasti seneng he he he… secara si om kan ketuanya ya pasti tahu ….
Mar 10, 2010 @ 16:13:27
Para penari dan waranggono Wayang Orang Sriwedari adalah pns kota Solo.Mereka pentas setiap hari kerja mulai dari jam 8 smapai jam 11 malam.Pada tahun 1985 gedung wayangnya pernah direhabilitasi dengan bantuan dari yayasan Jepang (bukan putra daerahnya)termasuk ac dan sistem tata cahaya dan laser jadi tidak kalah dengan konser musik rock sekalipun.Karcis masuknya cuma Rp 3000,-(2007).Terakhir kali saya mengunjungi gedung tsb.plafonnya (eternitnya)sudah banyak yg terkelupas.Insya Allah kalo ada kesempatan saya akan menonton WO Bharata bersama teman2 sambil wedangan.
Mei 29, 2010 @ 16:41:39
wayang orang sudah go international sejak dulu,apalagi cerita ramayana versi wayang orang sdh jadi legend…saya suka sekali tokoh anoman, gatut kaca dan bima….mas kabari ya klo ceritanya tentang pandawa atau ramayana….bravo wayang !!!!
Mei 28, 2011 @ 23:46:39
Maaf, saya gak punya info, dan gak ngerti apa2 nih, WO bharata ini sama dengan WO Sriwedari ya?
Saya lagi nyari info tentang jadwal panggung WO Sriwedari, tapi ketemu info yang ini. mohon infonya dong… Thnx yaaa….
Mei 29, 2011 @ 00:29:10
Mas Abimanyu, WO Bharata di Jakarta dan hanya pentas setiap malam minggu saja. Tiket bisa dipesan sebelumnya di lokasinya di Kalilioo – Senen. Kalau WO Sriwedari bukan yang di Solo? Maaf saya tak tahu jadwalnya.