Sate Oktagon
09 Apr 2010 12 Komentar
in Tenda/Warung Tag:Bawang Goreng, Kecap, Kuliner, Madura, Oktagon, Sate, Sate Ayam, Sate Kambing
Saya tidak tahu nama sebenarnya siapa, cuma yang pasti rekan-rekan sekitar tempatnya berjualan memanggil dengan nama Udin. Karena dia lahir dan besar di Madura, dimana pastinya saya lupa cuma yang pasti jauh dari jembatan Suramadu katanya; saya sebkita panggil saja dengan Cak Udin. Yang pasti setiap hari dia mulai berjualan sekitar jam 4 sore di depan gedung Oktagon di jalan Gunung Sahari, bahkan di gerobaknya dipampang tulisan OKTAGON. Ini alasan saya sebut dengan Sate Oktagon, tidak tahu juga nama ngetopnya apa.
Memang penjual sate yang satu ini nampaknya tidak ngetop, apalagi lokasinya berjualan tidak jauh alias disebelah dari salah satu legenda kuliner – Sate Padang Mak Adjat (yang sudah puluhan tahun eksistensinya). Dengan indikasi ini akan lebih mudah untuk menuju lokasi berjualannya Cak Udin. Yang pasti beda jualannya .. Cak Udin berjualan Sate Madura ..ayam dan kambing.
Saya sendiri dikenalkan dengan sate ini oleh para karyawan Oktagon, yang sering makan dulu di Cak Udin sebelum pulang saat malam hari. Tapi pelanggan Cak Udin bukan hanya dari sekitar sana, ada juga pelanggan dari jauh yang rutin borong belasan bungkus katanya … dan memang cukup laris Cak Udin ini. Saat saya mencoba satenya, baru jam 7 malam (kurang lebih 3 jam berjualan) dan sate ayamnya sudah habis. [Pada hari itu Cak Udin menyiapkan 6 ekor ayam yang dibelinya dari pedagang ayam langganan sebagai bahan satenya. Dia memotong dan menyiapkan sendiri sate ayamnya ini, dari ayam hidup sampai jadi sate siap bakar.]


Akhirnya saya pesan sate kambingnya saja. Untuk sate kambing dia hanya bawa beberapa kilo setiap harinya, yang ini diletakkan secara aman dalam termos tertutup (sayang lupa difoto), tidak ditaruh terbuka. Karena dia tidak menyediakan nasi maka saya minta saos kacang dengan lontong. Ternyata ini pilihan yang tepat, karena saos kacangnya ini rasanya prima, sangat pas di lidah saya. Jangan dibayangkan memakan sate kambing yang dagingnya sangat empuk dan lunak, sate Cak Udin ini variasinya banyak.. ada yang empuk, ada yang kurang empuk juga, cuma tidak ketemu yang alot. Saya rasa pilihan dagingnya cukup baik, sehingga enak dirasa hasil bakarannya. Kombinasi sate, saos kacang, bawang goreng, kecap dan sambel yang diberikan sangat pas dilidah.

Cak Udin menggunakan kecap Kurma untuk satenya, menurut saya rasanya juga pas. Dia sudah mencoba menggunakan Nasional dan Bango tetapi kata para pelanggannya kurang pas. Karena yang dihidangkan enak, saya setuju saja dengan Cak Udin. Lain kali saya akan coba variasi lainnya … sate ayam (bumbu kacang dan kecap) dan sate kambing bumbu kecap …
Nah ini sudah indikasi yang cukup bahwa saya akan mampir lagi ke Sate Oktagon alias Cak Udin ini bila lewat disekitar sana. Oh iya, saat saya makan, untuk 2 porsi sate kambing + lontong dan 3 minuman botol saya membayar 38 ribu rupiah .. lupa tanya harga satuannya.








Apr 16, 2010 @ 09:28:00
Hati-hati pak de…
Jangan keseringan makan sate kambing!
Takut keenakan.
Apalagi kalo ngeliat POTO satenya.
Wah…Menggairahkan!
Apr 18, 2010 @ 17:02:33
belinya dua? makan dua piring apa makannya berdua sama orang lain pakde? hee … murah juga yah 38rb, setuju ma yg di atas, fotonya bikin ngiler, ^^
Apr 19, 2010 @ 23:11:40
enak mana pak sama sate yg di RSPP atau Barito??
Apr 20, 2010 @ 15:19:45
RSPP ???
Aaarrrggghhhh …
mantap itu …
Apr 20, 2010 @ 00:21:31
deket ama rumah saya tuh tp sya belum pernah nyoba, besok mau nyoba ah…tx for infonya
Apr 26, 2010 @ 16:00:29
Salam Takzim
Tetap enak pak satenya, ga mau pikirin oktagonnya hehehehe
Salam Takzim Batavusqu
Apr 28, 2010 @ 04:54:21
Betul sekali ,,, memang enak satenya … he he he
Apr 29, 2010 @ 21:14:46
postingannya mantap!
Apr 30, 2010 @ 01:02:59
Terima kasih Bung Red ..
Apr 30, 2010 @ 13:42:51
pasti deh saat kunjung ke sini bawaannya laper terus …
kuliner yg mantav pak Iksa .. !!
Mei 01, 2010 @ 09:36:55
Belakangan ini saya suka berasa berat di tengkuk setiap kali habis makan sate kambing. Sepertinya, saya sudah harus berhati-hati dengan makanan yang satu ini. Tapi, jujur Pak Iksa, saya suka gak tahan kalau melihatnya… Omaigat!