Picis 168 konon masakan burung dara terenak seputar Kota


Siap untuk disantap

Sesekali ingin juga bersantap yang berbeda alias tidak banyak ditemui disekitar tempat tinggal. Nah saat bertandang ke Kota Tua, ini salah satu yang selalu mengundang untuk dicoba, burung dara di RM Picis 168 – Jalan Kemenangan .. Yang konon pernah dinobatkan sebagai salah satu yang paling enak …

Malam hari setelah usai memotret di Kota Tua, saya segera mengendarai motor ke arah Jalan Kemurnian, sementara rekan saya menggunakan mikrolet, soalnya tidak membawa helm cadangan. Maklum ini tanpa rencana sebelumnya. Masuk dari jalan Kemurnian IV, melewati Warteg Gang Mangga, Bakmi kemurnian, Bakmi Gang Mangga dan banyak lainnya, berbelok kanan ke Jalan Kemenangan, melewati Kelenteng Toa Se Bio dan Sekolah Ricci, juga banyak sekali tempat makan .. tak jauh dari tikungan terlihatlah rumah makan yang sangat sederhana ini; tanpa nama yang menyolok …

 

Pondok Makan istilahnya

Pesanan makan kali ini hanya Burung Dara Saos Tirem .. konon itu yang paling banyak dipesan, ada juga burung dara goreng mentega (kurang banyak dipesan katanya) dan satu lagi yang harus dipesan sehari sebelumnya … Kami tak pesan sayur atau lauk lainnya, hanya nasi putih dan 5 Burung Dara – seporsi … ho ho ho ini pesenan orang yang gak tau …. Nah yang datang seperti ini  …

5 ekor burung dara

sangat menggoda

Bagaimana rasanya burung dara ini? Yang pasti kuahnya enak, cukup gurih, asam-manis (dijeruk-nipisi juga soalnya) .. khas hidangan yang bersaostiram .. apalagi juga disediakan garam khas untuk santap burung ini … Kulit terasa nikmat sekali digigit perlahan, tapi tidak garing .. hm apa yang goreng mentega garing kulitnya? Nanti kapan-kapan dicoba juga. Nah yang pasti dagingnya sangat lembut dan pas dikombinasikan dengankuah dan nasi … padahal namanya burung ya kecil-kecil saja dia .. Pantas sekali dikatakan burung dara yang enak sekali .. begitu lembut dan halus memang dagingnya .. [Ini sudah generasi kedua yang melanjutkan usaha serupa ditempat yang sama, jadi saya cuma bisa membayangkan saat Pak Picis senior masih ada dan memasaknya .. seperti apa ya?]

Rupanya memang disinilah kelebihannya, mampu memasak burung dara dengan menghasilkan kelembutan yang pas sekali, tidak kering, tidak basah, matang dengan baik .. dengan bumbu dan rasa yang berpadu dengan baik … Pantaslah ini untuk dijadikan salah satu tujuan wisata kuliner didaerah Kota Tua …

Satu hal yang kami kaget ya bahwa 5 ekor saja sudah banyak sekali .. oh iya 5 ekor itu seporsi .. padahal hampir kami pesan dua porsi .. ho ho nekat bener ya bayangkan betapa banyaknya itu.. minimum order disini untuk burung dara adalah dua ekor katanya ..

tampak atas

garam dan jeruk limo

Nah dengan nikmat dan lahap memang tak terasa bahwa kelima ekor burung sudah ludes, masuk semua ke dalam perut kami berdua .. he he jujurnya sih pasti lebih banyak yang masuk ke dalam perut saya … 3 ekor mungkin .. lebih nggak ya, hm tidak sih rasanya ..nyatanya tidak sempat dihitung sih .. soalnya dua-duanya lahap …

Selesai bersantap minta bon baru agak kaget kami … upps .. seporsi burung dara itu 175ribu rupiah, belum nasi dan minuman yang dipesan, hampir duaratus ribu … he he he  .. bayangkan kalau jadi pesan dua porsi apa nggak lebih kaget lagi .. nah baru paham deh bahwa meski seporsi isi 5 orang bisa pesan minimum dua ekor burung … sebenarnya ya normal juga kok karena ini artinya seekor burung dara yang diolah sangat lezat itu hanya dihargai 35ribu saja ..berapa harga burung dara ditempat lain? Nanti saya coba bandingkan kalau ada kesempatan …

ini awalnya

ini akhirnya

Kepala tidak kami makan … belum biasa saja, kapan waktu nanti dicoba juga pastinya …menu lai ada cukup banyak dan harganya tidak sespektakuler burung dara ….

This slideshow requires JavaScript.

 

7 Komentar (+add yours?)

  1. yani79
    Apr 12, 2011 @ 12:35:46

    fotonya oke banget om jadi kepengin makan pake kamera apa ya om n lensanya yg berapa?-

    Balas

  2. isnuansa
    Apr 12, 2011 @ 13:08:40

    Udah lama nggak makan burung dara Pak, kalo burung puyuh, barusan makan. :)

    Balas

  3. monda
    Apr 12, 2011 @ 20:39:48

    Terakhir makan burung dara kapan ya, hah lama banget..udah belasan tahun..belum pernah wisata kuliner di Kota

    Balas

  4. Prima
    Apr 14, 2011 @ 07:39:04

    Glek! Harganya… gak mahasiswa banget.. wkakakakka…. tapi cukup okelah, dapat poto dari om… hiihihihihih…. aku kebayangnya itu burung daranya gurih agak kriuk2, tapi dihidangkan dengan kuah… garing dan meresap! haiyah!

    Balas

  5. Cewek Penasaran
    Apr 15, 2011 @ 18:24:22

    burung merpati ya?

    Balas

  6. lukisan pemadangan
    Jan 18, 2012 @ 13:03:03

    waduh mahal jg ya…lagian jarang banget hidangan seperti ini…apalagi hidangannya daging burung dara…rata2 kan kalo daging burung itu sedikit alot…

    gambarnya menggugah selera tpi mikir dlo deh harganya lumayan mahal tuh hehee

    Balas

  7. Burung dara
    Mar 01, 2012 @ 13:52:52

    Skrg udah tutup tempatnya, tau ga yah,dia buka dmn lgi?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Statistik

  • 70,455 kunjungan
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.407 pengikut lainnya.