Secangkir kopi, hotdog, dan teh poci

Semua diawali dengan secangkir kopi

Menurut kamu, kira-kira apa yang akan direpresentasikan oleh kopi, hotdog dan teh ….. (poci-nya sih cuma insidentil sifatnya, tidak berlaku umum).  Nah kalau buat saya, saat ini, itu kurang lebih mewakili makanan buat nonton konser.  Bukannya pindah aliran jadi penulis  ataupun pengamat seni, tapi melihat konser kan tidak melulu musiknya .. ada banyak sisi lainnya, antara lain ya pengamanan terhadap perut. Lagi

Minum teh poci di Jakarta …. dimana?

Saya berkenalan dengan teh poci sudah sejak kecil, he he he namanya juga tinggal di Indonesia dan kebanyakan di Pulau Jawa, jadi wajar-wajar saja toh. Sempat sangat menikmatinya waktu SMA dan rumah salah seorang sahabat saya letaknya tak jauh dari warteg yang menyediakan teh poci. Bahkan sebetulnya pada malam hari lebih banyak yang datang untuk menikmati teh pocinya dari pada makannya … teh poci jaman dulu ...

Entah bagaimana nasibnya warteg itu sekarang setelah puluhan tahun, apa masih ada nggak ya?  Oh iya dulu letaknya di jalan Garuda, sebelum rel kereta api kalau dari arah pasar baru. Dulu disebelah rel itu kompleks PJKA (salah satunya ya rumah sahabat saya itu), nampaknya sekarang jadi Stasiun.

Lagi

Yayan Gondrong ~ apprentice sate kambing muda ala Tegal

Mas Yayan Gondrong ini apprenticenya dari sate H Casmadi dijalan yang sama .. sebagai anak muda dia sudah cukup sukses dengan sajiannya yang tidak kalah jauh dari induknya. Bahkan relatif lebih konstan dari segi bakaran pada saat jam ramai.

Sate kambing tanpa bumbu karya Yayan Gondrong

Lagi

Statistik

  • 70,455 kunjungan
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.407 pengikut lainnya.