Tenda/Warung

Ketupat Sayur Mandala

Setiap melintas di Warung Buncit menuju Pejaten, warung didekat perempatan Duren Tiga ini selalu tampak ramai dengan pengunjung. Padahal tampilannya sederhana sekali cuma diemperan toko, dengan tenda, beberapa meja dan sebagian bisa lesehan. Akibatnya motor dan mobil banyak yang parkir disekitarnya, kadang bikin hambatan juga sih di lampu merah ini jadinya. Akhirnya karena penasaran mampir juga deh untuk mencoba. Ternyata namanya “KETUPAT SAYUR MANDALA”, mantapnya lagi pegawai diapun diberi seragam.

Daftar menu dan harga (saat ini)

Sekali mencoba malah jadi penasaran, karena lauk temannya ketupat sayur kan ada banyak. Mulai dari telor, ayam (dada, paha, sayap), ati-ampela, empal ataupun tahu (doang). Bonus selalu diberikan sepiring kerupuk kecil-kecil. Lauk yang belum dicoba tinggal ati-ampelanya, lainnya sudah sih. Ternyata empalnya itu mantap benar, sehingga tadi yang disantap dengan lauk dua empal … he he he. Ini sedikit gambar-gambarnya.

Ketupatnya tenggelam semua dibalik sayur, empal dua-duanya nampak.Ketupat yang disajikan sih sebetulnya cukup banyak dan mengenyangkan, karena buatannya sangat padat, tapi masih juga terdengar sih sesekali tamu yang berteriak minta tambah ketupat dan lauknya. Kalau saya sih cenderung minta tambah kuah sayurnya karena itu yang paling cepat habis dari piring. Kuah dan sayur ini kekentalannya cukupan saja, tidak kental sekali namun tidak encer, yang pasti tanpa ditambah sambel dan kecap juga sudah terasa enak dilidah apalagi sudah ada taburan bawang goreng. Namun untuk yang punya selera spesifik silahkan tambahkan kecap dan/atau sambel, saya pribadi sih cenderung untuk cuma menambah sambel saja.

Ketupat sayur dengan lauk empal dan tahuKetupat sayur plus empal, krupuk dan kecapEmpalnya lumayan besar juga, sekitar setelapak tangan anak remaja; dengan ketebalan sekitar 5 mm (he he gak dihitung presisi lho ini). Dagingnya empuk sekali dan mudah digigit, tidak ada bagian serat yang alot dan yang pasti rasa dagingnya cocok sekali dengan ketupat, kuah, sayur dan sambel yang tersedia.

Sebagai teman makan pilihan minum bisa teh tawar/manis baik hangat maupun dengan es, atau air mineral botol atau teh dalam botol. Pilihan saya biasanya teh hangat tawar untuk menjaga rasa yang masuk, kadang-kadang sih teh manis hangat.  P8260320

Menurut si penjual mereka punya dapur di pasar dekat sana, jadi kalau ada item yang laris sekali diawal mereka berjualan masih akan keburu untuk dimasak lagi. Pantesan bisa buka sampai subuh.

Lokasi:  Warung Buncit, sebelum perempatan Durentiga (di kiri jalan)

Buka: 8 malam – 5 pagi (kecuali habis total)

Price: Ketupat Sayur + Tahu 5rb ~ KS Special 18rb

Kecap Hoki, lumayan juga rasanya.Ramainya pengunjung ditengah malam

Standar

5 thoughts on “Ketupat Sayur Mandala

  1. Trina berkata:

    Waduh bang, jadi lapeeerrrr… masih 2 jam lagi buka. Begini ya rasanya orang-orang yang ga mampu dan harus menahan lapar padahal makanan tak jauh dari dirinya.

    • iksamenajang berkata:

      Haduh … salah juga nih belajar nge-blog makanan di bulan puasa … tapi tks ya sudah mampir.

      Memang kemampuan berempati itu sangat perlu, apalagi jaman sekarang ini. Aku masih ingat kok ada periode waktu kuliah berkepanjangan, jatah buat makan seribu sehari, langganannya siang makan nasi gado2 (atau karedok, atau urap) disebelah kontrakan. Malam makan nasi goreng atau mie goreng pakai telor. ha ha ha

  2. yana berkata:

    Iksa, sebelum perempatan duren tiga, kalau dari arah kuningan ke pejaten atau sebaliknya? Wah, patut dicoba nih. Thanks ya

    • Yana, kalau dari kuningan arah pejaten dia adanya pas sebelum lampu merah duren tiga. siang hari tempat itu bengkel sepeda motor. gua sukanya empal dan sambelnya disitu.

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s