Restaurant

Mandi Kambing (1)

Selama ini sebenarnya penasaran karena banyak sekali yang merekomendasikan kambing bakar di Restaurant Hadramout (khas Timur Tengah), dan meskipun beberapa kali lewat cuma nggak keburu mampir. Kebetulan pas 17an lalu ada teman lama yang jadi TKI di Singapura datang, malamnya mau cari makan kambing sekalian ditawarkan kesempatan untuk mencoba.

Menu Makanan

Saat kami tiba di lokasi kebetulan lampu sedang padam, jadi sempat beberapa menit duduk-duduk ngobrol saja di meja. Sesudah lampu menyala dan diberi menu, nampaknya pilihan yang ada ialah MANDI atau MADHBI KAMBING, yang disajikan bersama Nasi Lezat. Ada juga sih menu AYAM (Mandi, Madhbi dan Magbi) kalau tak salah. Pesanan dijatuhkan pada Mandi Kambing, daging kambing yang dibakar dalam oven menggunakan kayu bakar khusus. Kata menunya sih ukuran terkecil set MANDI KAMBING adalah 1/4 ekor kambing dan bisa untuk 4-6 orang, tetapi rasanya kalau untuk orang Indonesia normal itu bisa memang lebih cocok untuk 5-6 orang. Set ini termasuk nasi, sop, salad dan yoghurt. Kalau sendiri atau berdua saja ada pilihan per porsi nasi + kambing.

Lesehan di cubicle merah Jeruk nipis, bawang bombay, sambel ijo, sambel merah Sesudah pesan kami pindah dari meja untuk makan sambil duduk lesehan dalam cubicle yang didominasi warna merah. Ternyata ini yang bikin foto2 jadi dominan merah karena pantulan dari karpet dan dinding, padahal cukup terang.

Pertama yang datang adalah rombongan sambel halus hijau (cabe rawit) dan merah (cabe merah), bawang bombay, jeruk nipis; diikuti dengan yoghurt, salad dan sop (semua dalam satu paket). Semua segera ditata diatas karpet setelah dialasi dengan plastik transparan. Terakhir yang datang adalah si Mandi Kambing dengan Nasi Lezatnya dalam satu wadah besar (ini yang paling kecil, gimana besarnya untuk 20 orang?). Untungnya karena si mbak yang antar liat kita nggak familiar dengan cara makannya langsung ditawarkan apa mau piring buat masing-masing, ya pasti mau. Eh ternyata pas kebetulan bisa intip di cubicle sebelah mereka makan dengan benar yaitu langsung cocol dinampan dengan tangan, wah seru ya ..

Salad yoghurt Salad yoghurt, kuah sop, sambel hijau, sambel merah, jeruk nipisNampan berisi nasi dan kambing, sepertinya kecil  ... ternyata banyak isinya

Nah yang namanya MANDI KAMBING ini memang mantap, bayangkan saja potongan2 besar daging kambing muda dipanggang sampai tak ada lemak-lemaknya, sesuai klaim restonya (I miss you lemak..), namun dagingnya itu sangat lembut teksturnya, digigit ya nurut-nurut saja. Yang pasti kalo merem atau nggak pesen sendiri ya nggak bakal tau itu daging kambing, lha rasanya kok halus bener dan gak ada bau2nya sama sekali. [Oh jadi ingat, rupanya referensi rasa ini yang ada di kebulinya Habib (Kampung Melayu) dan Puas (Condet), makanya dibilang enak sama orang banyak .. he he he selera .. selera – ceritanya lain kali ya].

Mandi kambing dan nasi dalam nampanLihatlah butir-butir berasnya ... mantap sekali kan

Untuk menyantapnya si daging ini segera dikucurilah dengan jeruk nipis, dan dicocolkan kesambel, dikasih sedikit bawang bombay dan yoghurt … huaduh nikmatnya begitu masuk dimulut dan kena lidah, suatu sensasi yang luar biasa. Kalau makanan pedas jadi wajib bakal repot juga, karena sambelnya ya nggak pedas2 amat sih, kurang tahu tau apa dia ada stok yang lebih pedas, soalnya saking enak lupa tanya. Nasi Lezat yang disajikan memang sesuai dengan namanya, bulir-bulir berasnya (Basmati kah?) yang sudah menyatu dengan kaldu namun tidak lengket dan berminyak. Sungguh kombinasi yang luar biasa.

MANDI KAMBING dan NASI LEZAT dalam nampanSeluruh set makanan ....

Setelah lama bersantap dan bercerita nostalgia, memang ternyata banyak sekali porsi daging (dan hati) dan nasi yang diberikan, buat ukuran kita 3 orang yang doyan makan saja masih berlebih dan harus membungkus sisanya .. jadi hati-hati kalau bersedikit ya…

Sop yang disajikan berupa sop/kuah polos saja, mungkin kaldunya ya… rasanya aneh menurut saya, tapi teman yang baik untuk si Mandi & nasi. Menurut dua teman makan yang kebetulan flavorist kuah sop  mengandung Cinnamon, Oleander, Pepper; tapi tidak nampak satupun. Rempah yang kelihatan cuma cengkeh di dalam nasi.

Teko  Teh Mint dan gelas mungilnyaOh iya sebagi teman untuk santapan ini kita minum dengan teh mint, yang disajikan dalam teko logam dan diminum dalam gelas mungil-mungil, rasa segarnya sangat cocok dengan nasi dan kambing yang disantap. Sebetulnya tersedia juga variasi teh yang lain. Beginilah pengalaman pertama makan Mandi Kambing yang meskipun kenyang dan puas, tetap saja menimbulkan rasa penasaran untuk mencoba kembali.

Restaurant : Hadramout (buka untuk makan siang sore dan malam)

Location: Jalan Tambak – Jakarta (dari arah Manggarai/Pasar Rumput ada di sebelah kiri setelah pintu air). Busway bisa turun di Shelter Manggarai dan jalan 200 meteran.

Price: Set Mandi Kambing (1/4) 286rb, Mint Tea 33rb, Kenikmatan – tak ternilai (luar biasa)

Standar

6 thoughts on “Mandi Kambing (1)

    • iksamenajang berkata:

      Klaim restonya tanpa lemak tanpa kolesterol. Untuk lemaknya memang tidak nampak tuh di daging panggangnya. Rasanya super … coba saja

  1. Ping-balik: Mandi Kambing (2) …. Kepala! « Makan Lagi – Lagi Makan

  2. iryanto berkata:

    Soal makanan percaya deh ama penulis. Teman anda yg TKI Singapore itu si QQ ya? Buat QQ kalau baca blog ini, kok cuma ketemu ama Iksa sih? Lupa ama kita? Cuma ingat kuncinya…lupa syairnya..?

    • Ha ha ha terima kasih Iryanto… semoga dibaca sama QQ ya, jadi lain kali ketemu orang banyak .. setuju juga lebih banyak lebih rame

  3. Ping-balik: Al Jazeera tempat makan daging onta « Makan Lagi – Lagi Makan

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s