Tenda/Warung

Sop Ceker Ayam & Sate Kambing , Jalan Penataran

Seusai rekan-rekan berbuka di kantor kemarin saya diajak dua rekan kantor mencoba Sop Ceker Ayam di Jalan Proklamasi, Soto Ceker dan Soto Betawipadahal sebelumnya saya tidak pernah kesampaian mencoba masakan sejenis kecuali waktu di Solo  belasan tahun lalu. Setelah menuju lokasi, ternyata tepatnya berada di pelataran parkir Gedung Perintis Kemerdekaan (Proklamasi), Jalan Penataran.  Rupanya cukup banyak penjual makanan dan minuman yang berada disini. Kami langsung parkir di muka penjual Sop Ceker Ayam (yang juga menjual Soto Betawi).

Sebetulnya selama ini saya agak serem-serem mau makan ceker ayam ini, Kandang ayam kampung karena yang terbayang-bayang adalah kaki ayam yang bermain-main dibecek-becek, sampah dsb. Kalau di dimsum kan si ceker sudah berubah warna, nah kalau di soto dia kan natural penampakannya. Untungnya ingat lagi bahwa sebagian besar ayam disupply peternakan yang ayamnya tidak bersinggungan dengan kotoran, kalau tidak bisa cepat matilah ribuan ayam dalam kandang (he he kan baru liat kandang ayam kampung dipeternakan).

Segeralah kami memesan 3 soto ceker, 2 nasi dan teh. Sambil berbincang kebetulan dari arah saya duduk nampak bagaimana si ibu Persiapan penyajian mempersiapkan sop ceker. Dimulai dengan mengambil mangkok, memilih ceker-ceker dan punggung jatah masing-masing dari panci penampungan, mengiris tomat ke dalam mangkok, menambah rajangan daun bawang, membubuhi garam (atau micin ya .. lain kali ditanya deh), dan terakhir mengguyurkan kuah panas ke dalam mangkok. Selesai itu disiapkan nasi putih dengan taburan bawang goreng. Jadilah hidangan untuk kami bertiga.

Mulailah proses berikutnya, mencicipi kuah sop cekernya. Kuahnya terasa  aneh menurut saya, seperti kaldu namun tidak harum wangi kaldu ayam biasa. Apa ini sebab bumbu yang Sop ceker dipakai atau memang khas karena ceker, mungkin nanti pada kesempatan berikut di penjual lain akan dibandingkan. Yang pasti setelah dicampur dengan sambelnya dan ditambahkan kecap manis, rasanya menjadi sangat layak untuk disantap dengan lahap. Betul nikmat menggigiti ceker yang dilanjutkan kerja lidah untuk memisahkan bagian yang dapat dimakan (kulit, tulang muda dll), mengunyahnya, dan mengeluarkan Sop ceker dan nasi tulang-tulang ke piring tulang yang disediakan. Gigit demi gigit tak terasa habis semangkok ceker dan punggung ayam beserta nasinya, bahkan masih ketambahan separoh lagi dari teman yang tak habis. Ah luar biasa pengalaman pertama makan sop ceker ini. [Oh iya dari pengamatan ternyata kuah yang sama digunakan juga untuk Soto Betawi yang dijual].

Kami lanjut dengan acara ngobrol-ngobrol disitu, ternyata cukup banyak pembeli, baik yang makan ditempat ataupun yang bungkus Sate dan nasi berporsi-porsi. Tidak heran meskipun baru buka sore, belum sampai jam 9 malam sudah habislah Sop Cekernya. Sambil ngobrol-ngobrol, mata jelalatan mencari apalagi yang ada disekitar. Ada pecel lele disebelah kanan, dan ada sate/sop kambing disebelah kiri. Sebagai seorang penggemar sate kambing, segeralah berjalan sedikit ke bapak penjual sate pesan seporsi sate kambing bumbu kecap dengan nasi putih.

Pembuatan sate diawali dengan memandikan tusukan daging kambing yang masih polos dalam kuah kecap dan bumbu sebelum  dibakar.  Pembakaran dilakukan tidak terlalu lama, untuk mSate kambingenghasilkan sate yang masih lembut saat disantap. Meskipun pada awalnya sangsi juga apakah akan mendapatkan sate yang cukup enak dari si bapak penjual ini, ternyata saat pertama merasakan lembutnya daging kambing bakar yang dihasilkannya pikiran berubah juga. Yang pasti tak terasa ke sepuluh tusuk sate dan seporsi nasi sudah masuk perut. Ah mantap juga sate ini, layak untuk mendapatkan kunjungan kedua, untuk melihat apakah masih konsisten hasil penyajiannya.

Sate jugaSayang sekali bincang-bincang harus berhenti dan bubar  karena hujan turun secara mendadak dan cepat derasnya. Bahkan saya tidak teringat untuk melihat nama yang dipakai di warung sate kambing tersebut, tapi yang penting sudah tahu tempatnya.

Untuk menebus 3 mangkok sop ceker, 2 nasi dan 2 teh manis ditagih sebesar 28rb saja (kalau tah salah sopnya 7rb per porsi). Sedangkan seporsi sate + nasi ditagih 17rb.

Jam buka di pelataran parkir jalan Penataran 5 – habis (sebelum jam 9 biasanya sudah habis)

Standar

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s