Restaurant

Nasi Kebuli Empat Saudara

Kesukaan saya secara intensif dengan nasi kebuli dimulai beberapa bulan lalu setelah menerima telpon ini disuatu siang “Pak, saya sudah coba tempat nasi kebuli di depan kos-kosan saya. Enak bener pak, nanti besok-besok saya bungkusin deh”. Hm kalau nunggu dibungkusin kan bisa nggak tahu kapan, padahal udah penasaran mau cobain seperti apa sih makanan yang  tempatnya sering saya lewatin tanpa mampir itu. Nah, untung malamnya sepulang kantor berhasil mengajak seorang teman untuk mampir makan malam disana.Kambing Goreng

Masih bingung dengan apa saja yang ada di menu karena belum tahu, segera saya pesan nasi kebuli kambing spesial, teman pesan nasi kebuli kambing biasa. Untuk minum saya pesan teh tawar dan susu kambing.

Saat pesanan datang, diawali dengan keluarnya nasi kebuli ukuran biasa. Sepiring nasi kebuli yang sangat wangi menggoda, dengan  potongan-potongAcar dan sambel goreng atian kambing goreng yang bau harum gorengannya wah sekali, ditambah dengan bawang goreng, ketimun, tomat dan emping. Juga disertakan acar dan sambel goreng ati. Giliran yang spesial keluar, wah rupanya menu yang sama disajikan dalam ukuran yang spesial. Nasi kebuli disajikan dalam satu piring, dengan jumlah yang buat saya pun nampak banyak. Kambing goreng yang begitu harum disajikan terpisah dengan jumlah yang banyak pula. Mantap sekali nampaknya.

Suapan pertama, nasi bersemu kuning dengan bulir yang besar-besar (patahannya juga besar) terasa asing di mulut, aroma rempah dan bumbu tercicip samar-samar. Dalam hati saya berkataNasi Kebuli “Oh begini ya nasi kebuli itu, kayak nasi kuning dibumbuin”. Tapi suapan tidak berhenti, selanjutnya mulai dicampur dengan sambel goreng ati yang diberikan. Sambelnya meskipun berwarna merah sekali tidak terasa pedas, tetapi cenderung asam manis dengan aroma hati yang cukup terasa. Kombinasi yang baik. Acar ketimun, wortel dan nenas yang disajikan menambahkan rasa asam-manis yang berbeda pula. Saya sampai minta tambah acar ini.

Potongan daging kambing goreng yang warna dan aromanya  sudah sangat menggoda juga segera dicicipi. Gigitan pertama langsung memberiKambing Goreng Terenak kesan mendalam. Daging goreng ternyata cukup lembut, meskipun tidak kehilangan teksturnya yang berserat. Kenikmatan yang timbul dari hasil pengolahan dan gorengan yang sangat baik langsung terasa. Sangat prima aroma yang timbul dari pemanasan lemak kambing berkwalitas baik! Ah kalau yang seperti ini tambahpun rasanya masih mau deh. [Sampai saat ini daging kambing goreng di tempat ini adalah yang terbaik saya rasakan, ini setelah beberapa bulan cukup intensif memakan nasi kebuli di beberapa tempat berbeda].

Susu kambingAcara bersantap malam ditutup dengan meminum susu kambing etawa yang  telah dibumbui rempah. Disajikan hangat dengan gula (plus rempah) yang secukupnya saja. Ah nikmat sekali.

KacanyaOh iya, nama tempat makannya adalah Pondok Nasi Kebuli Ibu Hanna di Jalan Warung Buncit, kalau dari arah Kuningan/Tendean dia berada di sebelah kiri jalan, tidak jauh dari pom bensin Shell. Dia berada di pojok jalan kecil sesudah pom bensin, ada sedikit halaman parkir, dengan tulisan nama restoran di kacanya.

Lho, yang empat saudara itu apa? Nah kelanjutan dari sini nanti saya akan ceritakan bersantap nasi kebuli di saudara-saudara dari Ibu Hanna ini …, Pak Faiq; putri Pak Faiq, dan adik iparnya (Ibu Fatmah). Setelah beberapa tempat saya coba ternyata memiliki hubungan persaudaraan, setidaknya empat yang sudah saya jumpai.

Pondok Nasi Kebuli Ibu Hanna (buka 10-22), Jl Warung Buncit Raya (sesudah pompa bensin Shell).

Busway/Transjakarta.  Koridor Ragunan – Halimun/Dukuh Atas.  Lokasi diantara shelter Mampang Prapatan dan Shelter Duren Tiga

Harga : Nasi Kebuli Kambing Biasa 28rb, Nasi Kebuli Kambing Spesial 38rb, Susu Kambing 15 rb

Standar

2 thoughts on “Nasi Kebuli Empat Saudara

  1. Ping-balik: Minyak Samin ada dalam makanan-makanan enak! « Makan Lagi – Lagi Makan

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s