Keliling

Tradisi tahunan Mas Kumis saat bulan puasa

Bila anda ada di sekitar jalan Ciomas di seputaran Blok Q – Kebayoran,  dan mendengar ada tukang makanan keliling alias Mie “Dug-Dug” yang bunyi “Dug”-nya ngebass dan dalam banget, kemungkinan besar anda akan bertemu dengan Mas Kumis. Beliau itu favorit saya diantara para penjaja sejenis yang areal jualannya sama.

dug-dugnya gede banget

 

Masalahnya adalah saya berlangganan dengan Mas Kumis ini sewaktu masih menempati rumah kontrakan di jalan Ciomas. Mas Kumis sehari-harinya cuma melintasi jalan Ciomas 1 s/d 5, jalan Cipanas, sebagian jalan Cikatomas yang sejajar Ciomas dan bagian jalan Ciragil yang harus dilewatinya. Sesekali dia istirahat dan mangkal di depan Bakso Joni/Ketoprak Ciragil yang pasti sudah tutup di malam hari. Ini adalah rute hariannya sampai habis jualannya di tengah malam.

P9140326

P9140328

P9140329

P9140334

P9140337

P9140336

 

 

 

Nah setelah saya pindah ke jalan Ciawi, tidak jauh dari sana hanya melintasi jembatan Ciragil, saya tidak bisa lagi menikmati masakan si Mas Kumis. Di awal-awal pindah pernah sih beberapa kali saya panggil dia supaya lewat depan rumah, tetapi kemudian dia tidak pernah lewat lagi. Rupanya sudah ada pembagian area berjualan di kalangan para penjaja keliling, sehingga dia tidak lagi melanjutkan penjelajahannya sampai ke rumah saya di Cipayung (atau kurang laku karena tidak dikenal?).  Jadi kalau kebetulan saat pulang dan melihat dia tidak sibuk sekali, saya suka mampir dan minta dibungkuskan nasi goreng atau mie kuah untuk disantap di rumah.

P9140325

P9140330

P9140335

 

 

 

Mie kuah, mie goreng ataupun nasi goreng yang dibuatnya sebetulnya bahannya sama saja dengan abang “Dug-Dug” lainnya. Bahkan cara membuatnya juga tidak berbeda, karena setiap memesan makanan saya selalu menemani bincang-bincang, toh tidak lama jadi. Mulai dari saat memanaskan wajan, mencampurkan adonan yang akan dimasak sampai proses selesai. Tetapi rasa yang dihasilkan kok berbeda … mungkin ya sekedar cocok dengan lidah saya saja.

P9140340

P9140341

P9140344

 P9140345

 

 

Nah setelah melewati 9 kali masa puasa di rumah saat ini, satu hal yang saya perhatikan adalah setiap memasuki bulan puasa Mas Kumis merubah rute perjalanannya. Rumah kami termasuk dalam P9140347 area yang dilewatinya … berarti ini kesempatan untuk makan mie kuah ataupun nasi goreng buatannya dengan tenang, tidak perlu membungkus …. Mas kumis biasanya kembali 2-3 minggu setelah usai hari raya, menunggu bis lebih sepi dan tarif kembali normal. Berarti minggu ini tinggal selasa dan rabu kesempatan menikmati buatan Mas Kumis, karena tadi juga sudah bersantap mie kuahnya.

P9140352

Jadi bila bulan-bulan mendatang anda ada disekitar Jalan Ciomas, dan mendengar “Dug-Dug” yang sangat nge-bass dan dalam silahkan panggil dan coba masakannya.

Standar

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s