Peralatan

Varioku masih nyaman kok buat boncengan …

uji coba boncengan

zaini Says:
9 September 2009 at 10:14 am | Reply edit

Om bro dengan side box E21 boncenger jadi lebih rileks atau malah susah bergerak?.Dari dulu juga pingin deh make-in si biru side box,namun harganya lumayan dan belum tahu kenyamanannya.
Mohon pencerahan,kalo bisa kasih foto saat boncengan dunks….


Pertanyaan dari Bro Zaini di posting lalu ini cukup menggelitik saya juga, karena memang sampai saat ini jarang sekali pernah bonceng nih yeee membawa boncenger diatas Honda Varioku, apalagi setelah semua perlengkapan terpasang. Maklum pemula. Jadi jangankan foto, memang belum pernah saya coba buat boncengan. Nah, pas lagi jalan-jalan kerumah saudaraku dan banyak orang maka terlaksanalah keingintahuan itu … karena ponakan juga pada bertanya …  “Apa bisa buat boncengan?’” … yah dari pada kata-kata saja, maka dipersilakan untuk mencoba P9130508 saja …. [karena dicoba dihalaman dan gang depan rumah yang tidak ada la-lin maka tidak pakai helm …. bukan buat praktek sehari-hari yooo…]. Ternyata tidak masalah juga untuk berboncengan dengan kondisi penuh box Givi itu he he he (ya pasti dong … kan yang bikin juga udah mikirin bukan … tapi kita gak boleh percaya begitu saja sebelum mencoba ya gak rekan-rekan…)

P9130511

P9130520P9130517P9130514       

 

 

P9130523

P9130525

P9130528

P9130529

 

 

 

P9130531

P9130537P9130532P9130535Nah segini dulu ya laporanku tentang uji coba boncengnya …, sampai jumpa di laporan berikut …… kalau saya dah lebih pinter okay ….

Standar

17 thoughts on “Varioku masih nyaman kok buat boncengan …

    • Pakde … baru saja baca-baca imel teman-teman di milis sekolah, yang mudik naik mobil pada kuat mobilnya tuh tapi yang nyupir rontok badannya sisa semangatnya … he he apalagi kalo bawa montor ya …

  1. haryowidodo berkata:

    wah Varionya om Iksa keren euy…tinggal yang warna silver di box diganti dengan warna pink yang seperti di varionya..

    • Waduh Bro Haryo kalo di cat pink nanti disangka pink panther nih …. rencananya kalau ada rejeki dan cocok waktunya sih stripingnya mau di lapis sticker silver biar senada… he he …

    • terima kasih Mas Nugroho, memang belum pernah dipakai turing … belum ada temannya .. semoga segera bisa terlaksana …
      saya juga sedang cari wind shield yang bagus, cuma belum ada yang cocok … di otista ada beberapa tapi las-lasannya kurang mantap nampaknya … ada ide?

    • Aduh itu dia Bro Stephen… selama ini sibuk motretin saja dan belum ada foto diri sendiri di atas Vario … kemarin ada yang sempat ambil cuma belum sempat minta copy filenya … he he nanti kalau ada di update deh …

  2. zaini berkata:

    Wah tararengkyu atas pencerahannya,namun masih ganjal nih di hati.Pas masuk rumah mentok gak dengan kusen pintu???.

    Maaf banyak tanya,kalo bisa tulung di ukur lebar kendaraan atawe vario dengan kondisi terpasang E 21.

    Sekali lagi makasih….

    • Bro Zaini … di rumah saya masuk sih … karena saya simpan motor di dalam rumah … kusen saya lebar 90 dan ada sisa sekitar 10 cm untuk manuver …

  3. Ping-balik: Jangan sampai fungsi utamanya terpakai !!! « Makan Lagi – Lagi Makan

  4. Salam Kenal pa’ Iksa,
    muantabbb uyy ulasan buat vario & safety riding nya;
    senangnya bertemu rider, turinger yg sangat peduli pada keamanan & kenyamanan berkendara.

    jd pingin numpang sharing ttg box motor & safety rider neeh, boleh ya pa ?
    sbb:
    tips (copy-paste dari sebuah tabloid motor yg barusaja saya baca) sederhana agar motor tetap lincah benmanuver setelah dijejali side-box & Back-Box:

    1) pastikan posisi braket ( rangka besi dudukan box2 tsb) tdk oleng.
    yaitu dengan menambah penghubung braket ke body/rangka motor, karena biasanya pabrik Braket hanya mendesain dudukan braketnya utk nebeng di baut behel(list besi di buntut motor). tambahkan batang besi lainnya utk penguat tambahan, misal ke baut dudukan platnomor belakang. atau ke dudukan footstep boncenger (terutama utk yg pasang side-box)

    2) dimensi ideal, yaitu:
    i. sisi paling atas box ybs (terutama utk back-box) tdk lebih tinggi dari pundak rider,
    ii. sisi paling belakang (back-box maupun sidebox) tdk lebih mundur dari ujung terluar spatbor belakang motor.
    iii. lebar keseluruhan motor setelah ada side-box tidak jauh lebih lebar dari bentangan setang motor.

    3)Penerangan & keterangan😉
    Pemasangan BOX (terutama side box) tdk boleh menghilangkan fungsi lampu rem, sein belakang kiri & kanan.(maksudnya ketika sedang dijalan, lampu sein & lampu rem harus bisa terlihat oleh sesama pengendara yg berada dibelakang motor kita, istilah biker nya mah “arah jam 4 sampai jam 8). jika lampu rem & lampu sein belakang jadi tak-terlihat dari belakang gara2 posisinya tertutup sidebox & braket, maka wajiblah menambah/memindah posisi lampu2 tersebut ke tempat yg terjangkau pandangan belakang.

    demikian, semoga bermanfaat

  5. Ping-balik: Nouvo-Z Selama 8 Hari Mengantarku Keliling Bali | Makan Lagi - Lagi Makan

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s