Event, Tenda/Warung

Kuliner Transjakarta: Sate kambing Warteg Nonem

rel kereta mangga dua Selesai dengan tujuan pertama, Mie Belitung, segera dilanjutkan dengan (berjalan kaki lagi) ke tujuan berikut, Warteg Nonem yang terletak persis dekat per3an lampu lalu lintas di Jembatan Merah. Kenapa jalan kaki, karena meski letaknya tak jauh dari Shelter Jembatan Merah, tapi untuk kembali ke Mangga Dua kok tanggung ya … soalnya sudah separoh jalan rasanya…  haduh baru makan sedikit kok udah banyak jalan ya .. hu hu sabar om … masih banyak waktu dan tempat …

Rombongan dalam warteg nonem Apa itu Warteg Nonem, iya ini memang warteg yang kagak pake nama, alias no name … namanya juga baru dibikin disini … jadi gak usah di cari pake gugel-gugel segala,  memang tak ada … he he he.  Lho kok tahu harus kesitu, nah itu memang khas orang JS … tahu yang enggak-enggak soal makanan … maksudnya Nathalie yang jadi ketua regu bukan saya yang peserta doang. [Tuh yang baju merah dianya; kecil, mungil, kalem tapi soal makanan huaduh … luarbiasa]

Dua jenis penyajian sate ..... Konon kata yang perlu dicoba disini adalah sop dan sate kambingnya. Sayang sekali karena masih pagi yang ada baru satenya, itupun masih sambil dipotong-potong dagingnya … he he seger kan. Sop baru ada jam 10 paling cepat kata si ibu … wah bisa rusak jadwal dong kalo ditunggu, jam 9 juga belom… jadi yang dipesan cuma sate saja tanpa nasi … 10 tusuk dibakar biasa (langsung dengan bumbu kecap) … 5 tusuk lagi diminta untuk dibakar saja dan disajikan terpisah denga bumbunya … [kenapa? lihat di artikel ini saja ya untuk alasannya]. Minumnya air jeruk juga, karena obsesi dengan air jeruk kunci di Mie Belitung.

Sate tanpa bumbu, plus jeruk saja Hasilnya….. memang bakaran daging sate yang dimakan tanpa bumbu sukses menampilkan karakter yang cukup baik… dalam hal ini: tidak bau kambing yang prengus (maaf bagi para penggemar prengus) – jelas dong, dagingnya masih segar baru dipotong; tekstur daging lunak tapi tetap terasa serat daging bukan seperti makan agar lho; aroma bakarannya mantap …. Hebat sekali sate warteg nonem! … Sayang Sate dengan bumbu dan kecap yang diduga bermasalah sekali, (menurut pencicipan saya) begitu dimakan sate yang berbumbu kecap, bawang dan cabe … lho kok rasanya kayak aneh … setelah ditelisik ternyata bumbunya langu .. aduh deskripsi rasanya gimana ya .. pokoknya gak pas gitu .. ya langu masa gak tau?. Kemungkinan besar rasa langu datang dari kecap yang digunakan, ya masa ada Padahal indah lho warna satenya bawang, cabe, tomat atau jeruk yang langu… he he he.  [mengingat beliaunya sudah lama berjualan disana dan itu adalah standar penyajiannya … jadi kemungkinan besar urusan ini adalah masalah selera, kalau konsumennya suka yang begitu ya mau apa lagi]. Toh tetap hidangan tersedia harus dihabiskan oleh kami … dan memang habis, orang kami lapar belum sarapan kok…..

Bonus foto-foto…..

Ayam goreng

Ayam dan ikan goreng

ikan goreng

daging mentah ditusukan

 

 

 

Selesai dari sini kamipun melanjutkan kembali perjalanan kuliner transjakarta ke tujuan berikut …. bersambung deh …..

Warteg Tanpa Nama, Posisi Jl.G.Sahari Raya, perempatan lampu merah – jembatan merah, Tepat sebelah Show Room Pelek Mobil. (Shelter Jembatan Merah)
Sop Kambing 1 porsi 10,000 (tersedia jam 10.00 pagi)
Sate Kambing 1 porsi=10 tusuk 15,000

Standar

11 thoughts on “Kuliner Transjakarta: Sate kambing Warteg Nonem

    • Ha ha Bunda, saya sih dokter yang suruh makan, karena darah rendah …. jadi sekarang ya suka juga tuh karena cukup efektif ternyata … cuma ya pilih makan dagingnya saja .. [jangan jeroan dll meskiupun enak..]

      Ada orang yang bilang kalau suka ya makan sedikit saja sekedar merasakan … he he he

    • Wah kok bisa begitu Kang Alamendah? Apa semua daging nggak boleh dimakan atau cuma kambing …? kalau semua daging tidak boleh dimakan ya bersukurlah bisa jadi vegetarian …

      [sebetulnya makan kambing itu juga derivatnya vegetarian lho –>kambing kan makannya cuma rumput dan daun]

    • Memang tergantung daerah Mas Nugroho, ada yang standarnya bumbu kecap … he he biar cepat bikinnya mungkin … bumbu kacang juga enak lho ..

      [nanti kalau sudah punya fotonya saya hidangkan deh yang bumbu kacang ya…]

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s