Uncategorized

Makanan lezat bagi alam tercinta ….

Alam nan asri Gerangan siapakah yang tidak mencintai alam, lingkungan tempat hidup … hua ha ha … ya gak mungkin enggak ada lah ya … selama kita masih mau hidup di bumi ini ya kudu mencintainya.  Setuju ? Nah kalau setuju, pertanyaan berikutnya apa yang sudah kita lakukan untuk membantu pelestarian alam kita ….. Jangan khawatir ada banyak sekali yang dapat kita lakukan, dari hal-hal kecil sampai dengan hal-hal besar …… lakukanlah sesuai denga kapasitas kita masing-masing… dan usahakan lebih banyak setiap hari ….

ikan mas Salah satu yang saya lakukan dirumah adalah dengan cara senantiasa memberi makanan organik (berupa limbah organik rumahtangga) kepada tanah yang ada di halaman rumah …. Nah saya memberi makan kepada alam melalui Lubang Resapan Biopori (LRB) yang ada dihalaman depan rumah …  dan saya blogkan juga … he he he ini supaya seimbang makan untuk diri sendiri dan untuk alam….

Untuk informasi mengenai LRB ini bisa dilihat  di situs resminya, silahkan klik disini…  Sekedar untuk informasi tambahan bisa lihat di blog-ku mengenai makanan untuk alam ini (boleh klik kalau mau)… selain berkisah tentang LRB dihalamanku, juga saya sampaikan berbagai informasi yang didapat dari senior saya yang sangat saya hormati, Bapak Kamir R. Brata, sang inventor dan orang yang tak hentinya mempromosikan teknologi sederhana yang dapat membantu pelestarian lingkungan hidup kita ….

Nah ini beberapa artikel yang ada disana:

Pertanyaannya : Sudahkah anda memiliki Lubang Resapan Biopori di kediaman anda?

 

 

Standar

20 thoughts on “Makanan lezat bagi alam tercinta ….

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Jadi seneng banyak yang mulai membicarakan alam dan lingkungan hidup. Termasuk Abang yang jagoan makan, ini.
    He.. he…

      • Waaah, Mas Iksa penggiat lingkungan juga to? Bikin kompos pula pakai LRB. Akhirnya, tambah juga temen ngeblog yang peduli alam lingkungan.
        Saya sendiri sudah mengolah sampah rumah tangga lebih dari 3 tahun lalu mas.
        Pakai komposter buatan sendiri, ada yang model aerob dan an-aerob, juga pakai LRB di halaman depan dan belakang.
        Postingan ada banyak tuh di blog saya. Yuuuk sharing.
        Jika Mas Iksa menggunakan idiom memberi makan alam, maka saya memakai perumpamaan “sedekah bumi”. Intinya sama saja to? hehehehe
        Salam lestari,

  2. salut buat om iksa.. dukung terus rasa cinta pada lingkungan hidup!
    dibelakang rumahku masih ada kebun.. tapi belum pernah dengan sengaja membuat Lubang resapan Biopori itu..

    • Ayo Bundo … coba dibuat barang beberapa, bekerjasama dengan RT/RW disekitas … kalau bukan kita siapa lagi yang akan mulai …

  3. Alhamdulillah, Pak Iksa , dirumah saya sudah mempunyai lobang biopori beberapa buah di halaman belakang dan depan.
    Dengan mencintai alam, alampun akan mencintai kita.
    Salam.

  4. kaneadventure berkata:

    wah sebuah usaha yang patu ditiru.
    salam kenal pak. Kita bisa bertukar link? link anda saya pasang dulu ya?
    ditunggu kunjungan baliknya ke rumah saya yang masih baru😀

  5. yah..benar, bumi inipun harus di jaga, agar bumi yang kita tempati tidak marah, dan tuhan tidak bosan melihat tingkah manusia. salam,

  6. Salam Takzim
    Juli lalu pemerintah daerah tempat saya mewajibkan 3 lubang setiap rumah, tetapi karena halaman sudah berubah jadi bangunan yah terpaksa deh LBR dibuat hanya 1 lubang/ rumah maklum rumah asrama pak

    • Sebetulnya sih asal ada jarak 1 meter bisa bikin 1 lubang Mas Zipoer ..
      Jadi kalau punya halaman 1x1m2 bisa ada 4 lubang … he he mantap kan

    • Wah sudah 12 tahun itu lubang resapan mungkin GusKar .. kalau LRB boleh ditambah lagi atau sosialisasi manfaatnya ke tetangga

      • LRB sudah saya gembar-gemborkan di lingkungan komplek saya setahun lampau. Baik setingkat RW maupun RT. Meski sudah pada tahu infonya di media massa dan manfaat LRB, tetap saja pada cuek.

        Ya sudah, toh saya niatnya dakwah lingkungan. Ibaratnya seperti Pak Kyai di mimbar masjid, sudah menjelaskan segala macam ayat kitab suci dan hadis yang 100 persen dijamin kebenarannya, toh masih banyak orang yang mengabaikan.

        Yang penting kewajiban kita sebagai orang yang diberi ilmu sudah gugur. Perkara orang mau mengikuti nasehat, dakwah, dan ajakan amar maruf nahi munkar, bukan urusan kita lagi.

        Hanya Allah SWT yang Maha Membolak balik Hati. Allah SWT pula yang berhak memberikan hidayah kepada mahluk yang dipilihnya.

        Semoga kita selalu istiqomah di jalan-Nya. Dan selalu mendapat rido dan petunjuk Allah SWT. Amiiin!

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s