Event, Tenda/Warung

Kuliner Transjakarta: Nasi kapau ….

Ini kedai yang buka siang hari di kramat sokaBagi penggemar makanan Minang, tentu saja nama Nasi Kapau bukan sesuatu yang asing lagi … nah untuk konsumen Transjakarta alias Busway bila ingin berwisata kuliner menikmati aneka pilihan Nasi Kapau bisa turun di Shelter Senen dan berjalan sedikit ke arah Kramat menyusuri jembatan fly-over … kita akan segera dihadapkan pada banyak pilihan kedai Nasi Kapau … pilihlah kedai yang mana saja silahkan … selama ini sih saya coba ya enak-enak saja.

Ini di sabana asli Sedikit latar belakangnya dulu ya, supaya tidak bingung dengan RM Minang secara umum …. [Ini saya intisarikan dari sebuah tulisan Irvan Kartawiria, seorang pakar bidang teknologi pangan]. “Kapau sebenarnya merujuk pada sebuah nagari di kawasan Bukittinggi. Berbeda dengan Padang yang berada relatif di pesisir, masakan Kapau yang berasal dari dataran tinggi terasa lebih rich dan berat. Secara umum masakan Kapau punya kelebihan di body bumbu dan material utama. Salah satu komponen bumbu terkuatnya adalah kemiri yang nutty dan creamy.usus tersembunyi diujung .... Santan tentu juga dipakai sampai level tertentu. Sementara pemakaian telur sebagai bahan masakan juga tidak ditahan-tahan. Salah satu ikon masakannya adalah gulai tambunsu, usus sapi yang diisi dengan kocokan telur dan tahu (?), lalu direndam dalam kuah gulai.” Nah yang disebut terakhir ini saya belum pernah coba, cuma sebatas melihat digerai Nasi Kapau saja.

Nah cerita pengalaman makan Nasi Kapau yang digambar bawah nanti dulu ya, bersambung ke posting berikut … soalnya sudah dipanggil boss mau meeting dan makan ke Hadramout dulu nih ……

P9130577

Standar

25 thoughts on “Kuliner Transjakarta: Nasi kapau ….

  1. ikh, bikin ngiler gambarnya……………
    tapi, serem ya Pak Iksa………..( santan dan kolesterolnya ).
    kalau di kampung halaman suami di Bukittinggi, ada namanya Pasar Atas, disana banyak yg ” serem2” kayak gambar diatas, namanya Pasar Lambung .
    Salam.

    • Ah ah … itu pusatnya Nasi Kapau … semoga bisa menikmati kalau disana Bunda ….
      [aku juga kapan-kapan mau jalan kesana lho]

  2. Usul seorang sahabat [nanti saya update di posting ..:

    agar ada ajakan kepada SEMUA (yang ngaku) RESTORAN PADANG/MINANG mengutip serebu rp untuk setiap piring yang disantap tamunya dalam jangka waktu mis: 1tahun, untuk bantu program rehabilitasi bencana alam di sana?

    Ayo rekan2, gerakkan kampanye itu:

    “serebu sepiring nasi padang di restoran untuk restorasi padang !”

  3. wah, bikin ngiler lihatnya. apalagi pagi i ni aku cuma sarapan nasi sama sambel tempe dan lalap pete. ualah nikmatnya.

    bang Iksa ini sangat membantu pengusaha kuliner, di promosikan gratis lagi. mereka mungkin malah gak pada tahu…kalau masakannya, warungnya di promosikan…he..he..

    • Kalau ngiler ya berarti sukses …

      Mas Badruz, memang tujuannya itu … supaya semua mendapat promosi yang fair karena toh dia gak mbayar dan pantang minta diskon juga … kalau mereka terbantu dan lebih maju lagi layanannya saya sangat bersyukur …

      ada sahabat berpedoman “Untuk berpihak kepada petani, tidak usah menunggu siapa-siapa, kita sendiri yang harus memulainya.” … ini bisa di aplikasikan kesemua bidang

  4. Salam Takzim
    Terima kasih pak menemani makan siang nih pake tempe terasa masakan kapau nih suap tengok, suap tengok,.. Benar benar tempe rasa limpa pak
    Salam Takzim Batavusqu

  5. Ping-balik: Kuliner Transjakarta: Nasi Kapau … (lanjutan) « Makan Lagi – Lagi Makan

  6. wah saya sering naik transjakarta sampai senen, kok baru tahu sekarang ya. habis jarang jalan-jalan seputar senen. suatu saat boleh dicoba.

    salam kenal, mas…blog yang menarik.

  7. om iksa tau ngga..? walau aku setiap saat ketemu benda-benda yang om iksa maksudkan itu.. tetap saja sekarang ngacai gara-gara fotonya om iksa..

    **oya aku mau ijin. boleh kan ya aku memanggil dengan panggilan om iksa..? usiaku mungkin saja sepantaran sama om iksa.. tapi boleh ya..?😀

  8. labib berkata:

    teringat ketika nyasar di bukittinggi, aku tanya ke tukang parkir, dimana tempat makan yang irus (alat tuk ambil lauk) yang panjang, aku lihat ketika pak bondan jalan ke pasar itu, wah sampai juga aku di pusat nasi kapau. usus-nya itu lho, mak nyooos

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s