Kecil/Cemilan, Oleh-Oleh, Uncategorized

Merah Putih dari Lereng Merapi

Lah, ada urusan apa nih dengan bendera kebangsaan kita kok pakai Merah Putih segala? Ah ini ya urusan bangsa juga, cuma sekarang yang diceritakan tetap urusan makan-makan di Indonesia. Merah dan Putih ini buah tropika yang dihasilkan dari kebun petaninya di Desa Pakem, Yogya, di kaki Merapi. Buah tropika adalah buah yang cocok untuk ditanam di Indonesia yang iklimnya tropis, meskipun belum tentu asalnya dari Indonesia.PC010820

Nah sekarang kan sudah trend makan setiap hari makan buah, baik pagi, siang atau malam. Salah satu pelaku aktifnya kebetulan istri sendiri, yang sedang menjalankan hobi barunya, makan yang didominasi raw food, yang komponen utamanya ya sayuran (mentah) dan buah-buahan dan sumber protein serta lemak hewani hanya sebagai pelengkap. Saya sendiri ikutan nebeng dibagian buah-buahan saja he he he, yang lainnya belum berminat.

Jadi saat awal bulan lalu Pak Dhe Gun, seorang senior ditempat kuliahku dulu – Institut Pertanian Bogor, mengatakan bahwa kebunnya akhir bulan November akan mulai panen perdana Buah Naga (Dragon Fruit) berkulit merah dengan daging putih, alias BN Putih. Pesanan pun dilayangkan ke distributornya di Jabotabek – Koperasi Mahatani yang berlokasi di Kampus IPB Baranang Siang -untuk beberapa box @5kg sebagai uji coba. Iya cukup coba sedikit saja, soalnya meskipun promosi gencar dari petaninya bahwa buahnya enak dan berbeda (he he produsen mana yang gak promosi gitu ya …) kan belum pernah mencobanya. Apalagi jaman awal-awal si BN mulai dikenalkan di Indonesia pas mencoba kok gak mantap makannya, lha mahal dan gak ada rasa khasnya.BN merah (kecil) dan putih (besar)

Minggu lalu saat kiriman tiba di Jakarta segera dilihat secara fisik dulu, waduh besar-besar juga buah ini, sekotak berisi 9-10 buah saja. Berarti bobotnya sekitar 0.5 kg sebuahnya, konon kata seorang senior lain kalau dikebun ada yang bisa sampai 1kg sebuahnya huah gede banget yah…. Segera ambil dua buah yang kelihatan menarik dan dimasukkan freezer supaya cepat dingin untuk dicicip, sisanya cukup dimasukkan bagian buah di lemari es saja. Sekitar dua jam sudah cukup dingin, BN dikeluarkan dari freezer dan mulai dipotong jadi dua bagian. Ternyata cukup mudah membelah dua BN ini, karena kulit buah dan daging buahnya, memang lunak; hanya pangkalnya saja yang keras … Nah saat terbelah nampaklah daging buah yang indah, berwarna putih dan titik-titik hitam seperti selasih yang adalah bijinya (he he bener gak
ya itu biji..). Belahan dilanjutkan lagi sehingga diperoleh seperempat potong BN, nah dengan ukuran ini rupanya sudah mudah untuk disantap. Cukup kita tarik kulit buah yang ada diujung, maka terpisahlah kulit merah yang tipis itu dari isi buahnya.PC010831 BN merah dan putih terbelah

Karena sudah terbelah begitu segera digigit dan dikunyahlah si daging buah, ah rupanya memang benar BN Putih ini sangat renyah digigitnya dan wah terasa manis buahnya sangat pas dan tak ada asamnya. Ternyata benar kata petaninya, bahwa BN Putih ini penanamannya di desain untuk Indonesia yang suka buah manis-manis. Aduh barulah menyesal, nampaknya kurang banyak pesanan karena untuk berdua saja bisa habis 6 buah sehari untuk pagi s/d malam, padahal panen berikut baru ada minggu ke-3 Desember .. Ha ha semoga kebagian lebih banyak di panen-panen berikut..PC010828 PC010824

Pengalaman dengan BN Merah baru terpenuhi kemarin karena dari hasil panen perdana yang dipanen langsung oleh Pak Dhe Gun setelah Idul Adha, dimana hanya diperoleh beberapa puluh box, saya masih kebagian juga sedikit untuk mencicipi (panen berikut jadwalnya nanti sekitar 10 Desember) . Nah BN Merah ini wanti-wanti dari petaninya adalah warna merah (magenta tua?), adanya rasa asam dan kemudahan menggigit alias tidak crunchy seperti BN Putih. Juga ukuran buahnya lebih kecil dari BN Putih, yang ini rata-rata sekitar 250gram sebuahnya.PC010829

Setelah didinginkan, yang pasti lebih cepat dingin karena ukuran lebih kecil, segera saya belah si BN Merah ini. He he karena lebih kecil ya lebih mudah membelahnya, dan memang warnanya itu sangat menawan, haduh merah banget … Cuma kalau tidak tahu itu buah bisa dimakan sih ngeri juga mungkin lihat warnanya. Pemisahan kulit dengan daging buah sama mudahnya dengan BN putih, dan gigitan pertama memang terasa bahwa daging buahnya cukup lunak, seperti makan jelly he he, rasanya agak manis asam tapi bukan kecut sih.. wah segar nih. Sayang karena kecil cepat habis buahnya dan musti membuka buah yang baru lagi. Oh iya tangan juga jadi merah karena memegang buah ini, he he tetapi setelah dicuci hilang juga warnanya ..kirain seperti tinta pemilu nggak mudah hilang.Kulit BN untuk lubang biopori

Oh iya buah naga ini termasuk non-climacteric seperti anggur, nenas, jeruk, strawberry dan rambutan, yang tidak bertambah matang setelah dipanen dari pohonnya. Jadi memang penentuan saat panen ini merupakan sesuatu yang penting diperhatikan oleh pekebunnya untuk mendapatkan hasil terbaik.

Menurut Pak Dhe Gun, setiap pohon yang ada dikebunnya ada catatannya sehingga perkiraan panen bisa akurat karena dimonitor sejak awal. Meskipun demikian pemanenan harus memenuhi syarat-syarat fisik yang nyata juga. Haduh, ternyata tak mudah jadi petani yang mau mendapat hasil baik yang bisa kita nikmati dengan nyaman. Ah bravo para petani Indonesia …!

(Bagi yang berada di Yogya atau rencana jalan-jalan kesana bisa menengok langsung perkebunan BN Pak Dhe Gun di Pakem. Namanya Sabila Farm, bisa buat persinggahan ataupun kalau mau sekedar melewatkan malam dikebun dilereng Merapi juga boleh katanya – asal buat janji dulu he he he …. Mudah-mudahan satu saat bisa mampir juga.)

Sabila Farm
Jl.Kaliurang KM 18,5 , dusun Kertodadi, Kel. Pakem Binangun, Pakem, Sleman,
Yogyakarta 55582

Standar

19 thoughts on “Merah Putih dari Lereng Merapi

    • Mbak Andari, kalau sudah coba BN yang dari pakem ini pasti bilangnya yummy banget …. saya juga begitu dulu

      Salam kenal juga …

  1. Awal mencicipi, masih belum ada kesan yg berarti…
    Dan memang belum menimbulkan efek candu. hehehe.

    Tapi saya bangga masih ada yg mendukung para petani Indonesia yg memang sudah tidak dilirik lagi oleh generasi muda kita.

    ah, entahlah nasib tanah persawahan di Indonesia yg makin habis direbut kebun2 beton utk perumahan, mall2, pabrik2…. ah, entahlah

    • He he makan kalau doyan boleh, tapi jangan sampai kecanduan …

      Mottonya khan : “Untuk berpihak kepada petani, tidak usah menunggu siapa-siapa, kita sendiri yang harus memulainya. Mulailah sekarang!!! Merdeka!!!”

    • Bunda, kalau BN Putih dari Pakem itu cucok buat orang Indonesia yang senang manis-manis, karena total manisnya gak pake asem … he he
      Kalau BN Merah itu segar karena asem-manis ..
      Monggo silahkan dicoba kalau ada kesempatan ke Yogya

  2. Ping-balik: Update Buah Naga van Pakem « Makan Lagi – Lagi Makan

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s