Tenda/Warung

Sejak tahun 1985

Itulah jawaban yang diberikan Mang Enda Sutisna, si pengusaha es campur dan es lainnya saat saya tanyakan apa sudah lama dia berjualan di lokasi yang sekarang di Bonjer 3. Tapi itu belum semuanya, dia juga menjelaskan bahwa sebelumnya dia jualan di Asem Reges, tapi sempat tergoda berhenti jualan karena ikut pengeboran minyak….langit senja di kaca Mang Enda

Nah ini dia cerita tentang Mang Enda Sutisna.

Sore tadi menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke sentra onderdil motor di Jakarta yang terletak di Jl Kebon Jeruk 3 di daerah Kota/ Sawah Besar.  Niatnya sih mencari ban untuk Varioku. Setelah menjelajahi toko-toko disana, dan mendapatkan ban sesuai dengan yang dicari (dan beberapa item lain untuk cadangan…) dan ternyata memang relatif lebih murah harga disini dibandingkan dengan di Jl. Otista yang biasanya saya singgahi (he he he dekat dari rumah soalnya).pulang beli ban mampir dulu di kios Mang Enda

Sekitar 50 meter dari ujung Bonjer 3 menuju Hayam Wuruk eh kelihatan Mang Enda masih berjualan es … ha ha ha saya segera menepi dan memarkir motor disebelah tempat Mang Enda berjualan … “Es campurnya satu ya Be’ ” kan kalau di jakarta orang sepuh seperti Mang Enda sepantasnya dipanggil Babe.. Ini sebetulnya persinggahan saya kedua kalinya disini, pertama kali adalah saat pulang dari acara Kuliner Transjakarta Busway dari komunitas Jalansutra, dan masih teringat segarnya es kelapa jeruk dan es campur buatan beliau.Mang Enda membuat pesanan orang

Betul es campur dan es kelapa jeruk buatan beliau memang enak, tetapi yang paling berkesan bagi saya adalah sikapnya yang begitu halus, bersahabat, senantiasa senyum dan ketulusan yang terpancar diwajahnya … ah ah ah ini sesuatu yang membuat kita ingat dan mau kembali setiap kesini… Mang Enda patut ditiru oleh banyak golongan PKB (Pengusaha Kecil banget) yang belum menerapkannya … he he bahkan para pengusaha lebih besar dan konglomerat mungkin perlu belajar dari Mang Enda.Ini kios mang Enda

Ini sekilas dari penuturan beliau: Saya berasal dari Majalengka (note: tidak sempat tanya dimananya..) saya berjualan dilokasi sekarang ini sejak tahun 1985 jaman masih sepi sekali, sebelumnya agak kedalam saya ada kios tetapi digusur jadi pindah kesini. Sebelumnya juga saya pernah jualan es di Asem Reges (Sawah Besar), dan sempat juga berhenti jualan karena terpikat kerja di pengeboran minyak, tetapi beberapa kali berhenti dan akhirnya malah jualan es lagi….masih kios mang Enda He he si mbak ngumpet

Dari usaha ini saya sudah bisa menyelesaikan sekolah anak-anak saya, kecuali yang bungsu masih setahun lagi selesai dia sekolah di kampung – majalengka. Kalau kakak-kakaknya sudah mandiri semua, sudah pada kerja … ada yang di jatake, bekasi dll. Biarpun begitu saya masih perlu berjualan karena saya butuh penghasilan untuk hidup.

PC190017 PC190014 PC190015 PC190016

Bahan-bahan untuk es saya ambil dari grosirnya di Kampung Jawa … (he he dimana ya itu?) … sirop itu sebotolnya ada yang 4000 perak, 6000 perak; tapi kalau saya pakainya yang 11000 perak karena saya nggak mau bikin pelanggan saya kecewa … apalagi banyak yang sudah lama langganan. (selama saya makan es disitu saja Mang Enda terus menerus melayani pelanggan baik yang makan disitu maupun untuk dibawa pulang).es sudah diserut siropnya ....

Saya tanya ini kantong sampah isi biji alpukat dll mau diapain? “Oh itu mah buat dibuang, kan kalau nggak dikumpulin nanti jadi jorok atuh …” He he he ….  begitu perhatiannya akan kebersihan wilayah jualannya … es serut selesai 

[Note: si tukang parkir pernah berkata pada saya… kasihan dia kadang suka ketawa-ketawa sendiri, mungkin dulu orang punya ….]. Ah Mang Enda …. saya dan banyak orang tidak tahu apa yang menjadi beban dalam hidupmu .. tetapi dengan semua kebaikan dan ketulusan yang Mang Enda tunjukkan saya percaya bahwa Tuhan akan menjaga Mamang sekeluarga …Es serut siap makan

Ah ah ah Mang Enda … nanti saya akan mampir lagi ya .. he he semoga kawan-kawan kalau sempat lewat di Bonjer jangan lupa singgah di tempat Mang Enda … es campur hanya 4000perak saja…

Standar

27 thoughts on “Sejak tahun 1985

  1. sikapnya yang begitu halus, bersahabat, senantiasa senyum dan ketulusan yang terpancar di wajahnya
    **inilah modal yg tidak semua orng memilikinya. bukankah pelanggan akan kembali lagi jika dilayani dng sikap yg ditunjukkan mang enda itu?

  2. Selalu ada yang beda dan selalu menggugah selera setiap kali saya mengunjungi blog pak iksa ini postingan makanannya yang membuat saya minta ampun..azib-azib banget..heee muantap pak..

  3. pada gambar kedua dari gambar di atas postingan pak iksa saya kira itu gambar ban gerobaknya yg jualan es pak ehhh taunya bukan heee pantesan besar banget bannya …salam.

  4. Salam Takzim
    Mang Enda, enda kemana hehehe, nyoba es campur ah kalau main kesana tunggu ya mang Enda… Buat Pak Iksa salutt makan es sambil mandangi 2 ban yang sedang bertengger di Vega
    Salam Takzim Batavusqu

  5. kalau yang suka jalan ke bandung, yang sama seperti mang enda mungkin mang oyen ya, sekarang sedikit lebih maju ada dimana-mana, dulu cuma di jalan sunda.

    salam kenal😀

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s