Food Court

Si Hitam dari Condong Raos

Sayang sekali pada saat kedatangan (kembali) penulis ke Condong Raos ini ternyata Mbak Uwiek, Ibunya dan para penjaja makanan di Food Court di ujung jalan Kuningan Barat sedang bersiap pindah ke lokasi lain karena gedung tempat saat ini mereka berjualan akan dialih fungsikan.papan nama saat di kuningan barat

Nah ini kisahnya.

RM Condong Raos sesuai dengan papan namanya menyajikan berbagai masakan khas Jawa Timur, dan menurut Mbak Uwiek, sang Ibu sudah berjualan di Jakarta selama 28 tahun, dan dua tahun terakhir ada di Kuningan Barat ini. Perjumpaan saya dengan RM Condong Raos hampir dua tahun terakhir sejak adanya food court disana, dan Mbak Uwiek ternyata sampai tahu persis apa yang bakal saya pesan disana, katanya “Bapak kalau mampir sini pasti pesannya Rawon dengan telur asin, tidak pernah yang lain ya …”. Saya baru bisa ngobrol dengan mereka disana saat ini adalah karena selama ini kalau kesana jam makan pasti ramai sekali, jadi cuma pesan, makan, bayar dan pulang; sekarang makannya hampir selesai jam makan karyawan jadi agak sepi.Ramai kan? lihat di kaca etalase

Rawon adalah makanan masa kecil saya yang sempat tinggal beberapa waktu di Surabaya, seingat saya dulu ada dua favorit makanan hitam yang saya sangat gemari: (1) cumi ditumis sampai hitam karena tintanya, sangat amat lezat cuma sayang lebih 30 tahun terakhir tidak bisa dinikmati lagi kecuali siap masuk UGD di RS; (2) rawon dengan kuahnya yang gelap, kental, wangi yang khas, dengan minyak berkemilauan di atasnya, penuh daging dan lemak …, disantap dengan toge, jeruk nipis, sambel dan telor asin!!komplit

Beberapa kali mencoba makan Rawon di tempat lain, termasuk terakhir di merek yang cukup ngetop (ada threadnya barusan di JS juga) dan cabangnya ada di dekat rumah, tetapi tidak bisa memenuhi bayangan rawon ideal yang ada di benak saya. Nah apa yang saya jumpai saat pertama makan Rawon di Condong Raos pas memenuhi bayangan masa kecil di atas. Dan sejak itu kalau mau makan Rawon kesanalah saya pergi.

Kenapa saya suka makan (Rawon) di Condong Raos?

Pertama, kesan secara keseluruhan disana baik, maksudnya pelanggannya banyak sekali tetapi pelayanan tetap cepat. Memang kebanyakan sih yang datang bukan makan Rawon, tetapi makanan lain yang sudah siap santap tinggal ambil saja dan nampak enak-enak juga sih. Semua dengan harga relatif murah, terakhir nguping bapak di depan saya makan siang sudah termasuk pisang cuma bayar 9ribu rupiah… kolaborasi dengan telor asin dan bawang dari brebes

Kedua, Rawon yang disajikan datang dengan keadaan panas (he he he ya pasti lah, siapa mau makan Rawon dingin?) dan begitu datang sudah menggoda penampakannya … kuahnya mengeluarkan aroma khas kluwek (yang daunnya jadi masakan Pangi di Menado), warnanya gelap dan kuah kental, mengkilau dipermukaan dengan minyak yang juga pasti berkontribusi atas aroma yang timbul. Di bagian atas sambel dan jerukjuga nampak mengambang bagian terlezat pada Rawon, tetelan dan lemak (ditemani beberapa potong bumbu dan toge) … sedangkan daging karena berat ngumpet di dasar mangkok bersama dengan rempah-rempah yang sengaja tidak dihaluskan.  Belum tergoda? Bisa ditambahkan lagi sambel, jeruk nipis, telor asin dan kerupuk udang… nah kalau begini sudah komplit! Nasi bisa dua piring untuk semangkok Rawon kalau sudah begini (apalagi kuahnya boleh tambah…). [Rawon dengan nasi 2, krupuk, telor asin, dan teh manis hangat hanya 21ribu]daging, lemak, telor asin brebes gambar soft karena uap rawon  mantabbbb .... 

Sayang sekali mereka sudah akan pindah dari lokasi sekarang. Jadi buat yang mau mencoba masakannya, konon mereka (RM Condong Raos) bersama beberapa rekan dari Kuningan Barat akan pindah ke Jalan Tendean, sebelum Kantor Pos – ada Pool Bis antar kota … mungkin diseberang Nasi Jamblang Pak Sukur;  saya belum perhatikan lokasi barunya juga sih cuma bisa hubungi Mbak Uwie di 081511178078 untuk informasi persisnya…

[Note: yang dipindah juga adalah Sate Kambing Muda “Yayan Gondrong”, untung mereka sudah beberapa bulan punya outlet baru di Kuningan Timur/Jl. H Mugeni – sebelah Masjid .. tempat baru ini saya juga belum pernah mampir]

Standar

19 thoughts on “Si Hitam dari Condong Raos

  1. Rawon ???

    Aaarrrggghhhh …
    Enakan mana dengan Rawon Setan Om .. ?
    pernah coba nggak ,,,?

    itu lho yang di jalan Embong Malang Surabaya ?

  2. gara-gara bersekolah di ponorogo, saya jadi ketagihan makan rawon itu pak iksa. sepertinya sudah cukup lama saya tak makan rawon lagi, kayaknya besok-besok saya mau cari ah…. hehehe…😀

  3. Pak iksa………………
    ayo bertanggung jawab ……….
    gara2 lihat foto rawonnya, sekarang jadi laper dan ngiler………………………. *sampai netes liurnya*
    salam.

  4. @iksa
    wah,kangen nih rawon khas Jawa Timur-an !
    kecil saya dulu doyan banget..
    btw,berhubung saya sudah gak makan daging lagi,paling makanan khas Jatim yang saya suka tahu campur,pecel. itu aja om..

  5. Rizk@ berkata:

    @ Zico Alviandri: Raos itu adalah Bahasa Jawa Kromo (halus) -nya dari kata rasa.. Btw sepertinya kita satu kantor ya..

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s