Tenda/Warung

Sate Oktagon

Saya tidak tahu nama sebenarnya siapa, cuma yang pasti rekan-rekan sekitar tempatnya berjualan memanggil dengan nama Udin. Karena dia lahir dan besar di Madura, dimana pastinya saya lupa cuma yang pasti jauh dari jembatan Suramadu katanya; saya sebkita panggil saja dengan Cak Udin. Yang pasti setiap hari dia mulai berjualan sekitar jam 4 sore di depan gedung Oktagon di jalan Gunung Sahari, bahkan di gerobaknya dipampang tulisan OKTAGON. Ini alasan saya sebut dengan Sate Oktagon, tidak tahu juga nama ngetopnya apa.Sate Oktago Cak Udin

Memang penjual sate yang satu ini nampaknya  tidak ngetop, apalagi lokasinya berjualan tidak jauh alias disebelah dari salah satu legenda kuliner – Sate Padang Mak Adjat (yang sudah puluhan tahun eksistensinya). Dengan indikasi ini akan lebih mudah untuk menuju lokasi berjualannya Cak Udin. Yang pasti beda jualannya .. Cak Udin berjualan Sate Madura ..ayam dan kambing.

Baru ditaruhSaya sendiri dikenalkan dengan sate ini oleh para karyawan Oktagon, yang sering makan dulu di Cak Udin sebelum pulang saat malam hari. Tapi pelanggan Cak Udin bukan hanya dari sekitar sana, ada juga pelanggan dari jauh yang rutin borong belasan bungkus katanya … dan memang cukup laris Cak Udin ini. Saat saya mencoba satenya, baru jam 7 malam (kurang lebih 3 jam berjualan) dan sate ayamnya sudah habis. [Pada hari itu Cak Udin menyiapkan 6 ekor ayam yang dibelinya dari pedagang ayam langganan sebagai bahan satenya. Dia memotong dan menyiapkan sendiri sate ayamnya ini, dari ayam hidup sampai jadi sate siap bakar.]

Mulai matang

Siap makan....

Akhirnya saya pesan sate kambingnya saja. Untuk sate kambing dia hanya bawa beberapa kilo setiap harinya, yang ini diletakkan secara aman dalam termos tertutup (sayang lupa difoto), tidak ditaruh terbuka. Karena dia tidak menyediakan nasi maka saya minta saos kacang dengan lontong. Ternyata ini pilihan yang tepat, karena saos kacangnya ini rasanya prima, sangat pas di lidah saya. Jangan dibayangkan memakan sate kambing yang dagingnya sangat empuk dan lunak, sate Cak Udin ini variasinya banyak.. ada yang empuk, ada yang kurang empuk juga, cuma tidak ketemu yang alot. Saya rasa pilihan dagingnya cukup baik, sehingga enak dirasa hasil bakarannya. Kombinasi sate, saos kacang, bawang goreng, kecap dan sambel yang diberikan sangat pas dilidah.

Cak Udin

Cak Udin menggunakan kecap Kurma untuk satenya, menurut saya rasanya juga pas. Dia sudah mencoba menggunakan Nasional dan Bango tetapi kata para pelanggannya kurang pas. Karena yang dihidangkan enak, saya setuju saja dengan Cak Udin. Lain kali saya akan coba variasi lainnya … sate ayam (bumbu kacang dan kecap) dan sate kambing bumbu kecap …

Nah ini sudah indikasi yang cukup bahwa saya akan mampir lagi ke Sate Oktagon alias Cak Udin ini bila lewat disekitar sana. Oh iya, saat saya makan, untuk 2 porsi sate kambing + lontong dan 3 minuman botol saya membayar 38 ribu rupiah .. lupa tanya harga satuannya.

Standar

12 thoughts on “Sate Oktagon

  1. Ping-balik: Undangan KopDar « Batavusqu

  2. Hati-hati pak de…
    Jangan keseringan makan sate kambing!

    Takut keenakan.
    Apalagi kalo ngeliat POTO satenya.
    Wah…Menggairahkan!

  3. Belakangan ini saya suka berasa berat di tengkuk setiap kali habis makan sate kambing. Sepertinya, saya sudah harus berhati-hati dengan makanan yang satu ini. Tapi, jujur Pak Iksa, saya suka gak tahan kalau melihatnya… Omaigat!🙂

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s