Event

Secangkir kopi, hotdog, dan teh poci

Semua diawali dengan secangkir kopi

Menurut kamu, kira-kira apa yang akan direpresentasikan oleh kopi, hotdog dan teh ….. (poci-nya sih cuma insidentil sifatnya, tidak berlaku umum).  Nah kalau buat saya, saat ini, itu kurang lebih mewakili makanan buat nonton konser.  Bukannya pindah aliran jadi penulis  ataupun pengamat seni, tapi melihat konser kan tidak melulu musiknya .. ada banyak sisi lainnya, antara lain ya pengamanan terhadap perut.

Menghadiri KonserUlang Tahun Langit Musik 2011, atas undangan seorang teman, Pito, yang saya sambut dengan semangat karena teringat keriaan di JJF lalu.  Acara ini dilaksanakan dengan dua panggung simultan, tentu akan menguras energi yang menghadirinya, strategi saya supaya tak terlalu lapar disana ya pasti makan dirumah sebelum berangkat. Karena tak mau ketinggalan matahari sore, saya berangkat agak cepat maklum ada proyek. Tapi matahari kurang bersahabat, jadi sambil menunggu mulai keramaian kamipun mengisi waktu bercengkerama. Foto di atas itu kopi yang saya minum, agak over roasted sih rasanya, sampai-sampai aroma mocha yang harusnya ada secara samar hilang sempurna. Tapi siapa peduli soal rasa kopi saat berada besama kawan-kawan yang menarik untuk bicara –> Puspa, Ichanx, Pito …..

Setelah masuk dan menikmati acara dan berbagai kesibukan, wira-wiri kesana kemari motret dan nonton, pastilah lelah, haus dan lapar. Nah kemana lagi kaki melangkah kalau bukan menuju tempat makan dan minum.

 

Petunjuk ini penting untuk diketahui

Untuk ditempat makan, kalau acara begini ya susah mau cari nasi padang, kecuali keluar dari venue ya … maka pilihan kali ini adalah kebab dan hotdog. Tapi karena pengaturan tata-letak yang kurang menarik dari penjual kebab, lha mustinya kan kelihatan tuh si pemanas daging yang akan disayat-sayat itu .. ini malah kebalik tidak nampak, akibatnya sepilah si penjual kebab. Termasuk saya yang jadinya ikutan antri pesan hotdog,  padahal biasanya pasti menghindari makanan yang satu ini. [semoga sedikit saja ya nitrit yang masuk dalam tabuhku, padahal makan hotdognya ukuran besar, ya soalnya selisih 5ribu masa mau pesan yang kecil]. Sekali lagi, makanan ditempat seperti ini bukan masalah enak atau apa.. yang penting perut terisi dengan baik.

 

Hotdog sedang digoreng, panjang pendek

 

Hotdog, sayur dan aneka saos

Nah umumnya sih minuman konser itu ya teh-tehan dalam kemasan, air mineral, jus dan sebangsanya … tapi kali ini ada teman yang masih sempat-sempatnya pesan teh poci … asik juga ya .. cool! (soalnya ditraktir ada yang ultah… aku makan lagi, pesan rawon)

 

Teh poci minum di konser

 

Happy birthday Pak Wahyu

Okay sampai disini dulu sekilas aneka makanan dan minuman yang umum dijumpai di konser…….. Apa pilihan kamu di konser?

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Standar

6 thoughts on “Secangkir kopi, hotdog, dan teh poci

  1. Salam Takzim
    Dinamika pak Iksa begitu bewarna music, kopdar diseling hobi memotret menjadikan saya kangen bertemu dengan bapak pasca kopdar diRagunan… Kapan ya saya bisa ketemu lagi dengan pak Iksa dengan hidangan teh poci yang menggiurkan itu
    Salam Takzim Batavusqu

  2. Foto-fotonya kian mantap Om Iksa …

    Jadi om iksa datang ke Langit musik yak …
    ini yang di kuningan itu bukan ya ?

    salam saya Om

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s