Fotografi Makanan, Restaurant

Al Jazeera tempat makan daging onta

Ini semur daging onta …

Niat hati mau makan mandi kambing malam-malam, setelah cek ke Hadramout ternyata sudah habis dan tidak bikin lagi. Terpaksa mencari alternatif lain, pilihan jatuh pada Resto Al-Jazeera di Jalan Raden Saleh tak jauh dari tempat kami makan dan minum Badak.

Tempatnya dari luar saja sudah terlihat nyaman dan tersedia parkiran buat beberapa mobil, dan tetap mudah untuk memarkir motor-motor kami disisi ujung. Ada petugas pengamanan yang membantu urusan parkir ini. Lampu-lampunya cukup mencolok warna-warni bertuliskan Al Jazeera akan memudahkan orang mencarinya.

Nah tentu saja pilihan utama adalah makan Mandi Kambing, tetapi disini banyak sekali pilihan menunya. Juga buku menu sangat mewah cetakannya.  Oh iya di restoran sini kita duduk di meja makan biasa, tidak dengan lesehan seperti di Hadramout. Daya tampung restoran cukup banyak, dan bisa pilih daerah merokok atau bukan.

Pilihan jatuh pada:

  • Mandi Kambing ukuran biasa.
  • Kabsah Kambing ukuran biasa.
  • Daging Onta, lupa namanya tapi dimasak seperti di cah begitu.

Mandi kambing disini nasinya cukup banyak menggunakan rempah-rempah dan kismis. Jadi rasa dan aromanya cukup nendang dan variatif tergantung kita gigit cengkeh, kismis atau rempah lain.  Nikmat juga sih sensasinya, kalau tak suka ya disisihkan saja tak usah dimakan. Kambingnya juga lembut dan enak disantap.

Kabsah kambing berwarna kemerahan, konon ini karena pakai tomat jadi merah. Hmm sehat banget itu tomat, cocok buat stamina. Dan seperti nasi mandi, banyak juga berisi rempah serta kismis yang menambah sensasi makannya. Daging kambingnya sama dengan versi mandi. Cuma karena kita memesan porsi biasa ternyata pesan dua porsi nasi masih kurang, sehingga perlu tambah seporsi lagi.

Daging onta ini cukup spektakuler, dan dipesan hanya karena rasa ingin tahu saja. Yang pasti tidak mungkin berupa daging segar karena tak ada peternakan onta disini. Tapi karena tak terlalu mahal ya dipesanlah masakan daging onta ini. Yang terhidang panas-panas, dengan paprika, bawang bombay, lada dan bumbu lain-lain. Dagingnya lembut dan mudah digigit, rasanya juga biasa tidak ada bau khas yang tercium. Tidak heran di tempat asalnya banyak daging onta yang disantap seperti kita makan kambing dan sapi.  Oh iya daging onta ini diertai dengan roti semacam cane untuk teman bersantapnya, jadi seperti sandwich daging onta ya..

Untuk menemani santap ini saya memesan teh Maroko, yang dihidang dalam poci eh teko logam dan gelas kecil-kecil.

Mandi kambing .. maknyus dengan rempah banyak

Kabsah yang maknyus dan penambah stamina

Roti untuk makan daging Onta

Enak dan segar tehnya ….

Standar

3 thoughts on “Al Jazeera tempat makan daging onta

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s