Kuliner, Perjalanan, Tenda/Warung

Bestik Kambing Pak No Pendek, Kota Tua – Semarang (hobinya @landhes nih)

Pak No Pendek Bestik Kambing

Kambing diolah jadi sate, tongseng dan tengkleng sudah umum dijumpai di Jakarta tempat saya bermukim. Tapi saat berkunjung ke Semarang ada satu lagi hidangan yang muncul sebagai olahan daging kambing, dan cukup unik rasa dan tampilannya.

Bestik Kambing Pak No

Oleh Pak No Pendek, yang memang pendek orangnya sesuai nama, dan ditulisnya sendiri di gerobak; kambing yang diolah menjadi bestik ini menjadi salah satu andalan menunya. Dan terbukti banyak yang memesannya.

Tenda pojok Jl Beteng 133 Becak Pos Hansip

Tempat berjualannya di pinggir pertigaan jalan yang cukup besar dan ramai pada siang hari, satu sisi digunakan untuk pengolahan makanan dan minuman, sisi lain diberi penutup dan jadi tempat makan lengkap dengan meja dan kursi. Diseberang tempatnya berjualan ada pos hansip yang ramai oleh becak. Alamat yang terbaca di toko adalah Jalan Beteng 133.

Pak No memasak Bestik Disiapkan

Sebagaimana makanan jalanan lainnya, proses pengolahan sejak awal meracik dan merajang bahan-bahannya, sampai pemasakan pada tungku-tungku arangnya menjadi satu tontonan yang menarik. Kelincahan tangan Pak No, merajang dan mempersiapkan pesanan kami yang kebetulan cukup banyak; kemudian dilanjut dengan memasak bestik dalam wajan disertai percikan-percikan bara api hanya dapat sedikit terekam dalam gambar. Tapi hal inilah yang menjadi jiwa makanan jalanan, dimana kita sebagai pembeli menjadi satu dengan pembuatnya.

Lanjut Pak No Kuah dimasak

Bestik kambing tampil manis dengan potongan-potongan daging kambing, yang semula ditujukan menjadi sate namun diproses sebagai bestik. Nah buat yang ingin bersantap hangat pasti sangat menikmati panasnya kuah bestik, ditambah dengan nasi putih dan daging kambingnya. Tinggal ditambahkan jeruk hangat saja. Jadi prosesnya memang sangat mendekati membuat tongseng tapi hasilnya berbeda, juga ditambahkan sayur selada untuk mengingatkan ini bestik. [Kali ini lupa mengamati kecap yang dipakai Pak No …]

Api Terbang

Menikmati bestik kambing ini paling cocok memang sambil berbincang-bincang, tidak terasa bestik, sate dan nasi putih segera ludes. Meskipun daging pada bestik ini tidak semuanya empuk, karena terdiri dari berbagai bagian dan juga termasuk lemaknya. Untuk yang mau mencoba sensasi yang berbeda mari mencoba kenikmatan bestik kambing Pak No Pendek.

Bestik Kambing Pak No + Nasi

Mari makan bestik kambing …. enak ..

Standar

4 thoughts on “Bestik Kambing Pak No Pendek, Kota Tua – Semarang (hobinya @landhes nih)

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s