Kuliner, Perjalanan, Tenda/Warung

Rawon Tengger Di Ngadisari: Catatan Ketiga Hari Ketiga

Turun dari Bukit Penanjakan, keluar dari lautan pasir memasuki Cemoro Lawang mulai cerah, nampak hotel, restoran, homestay, juga penduduk dan anjing-anjing ras tengger. Masih ada beberapa angkutan menanti penumpang ke Probolinggo.

Ngetem

Kami sejenak singgah di tempat kos Mas Monggang yang turun disana. Meluruskan pinggang dan berfoto bersama. Untunglah pagi cukup cerah di Cemoro Lawang.

Bersama @aksept, Mas Monggang dan Mas Patel

Bersama @aksept, Mas Monggang dan Mas Patel

Bukit Penanjakan itu yang tertutup kabut sebagian

Bukit Penanjakan itu yang tertutup kabut sebagian

Setelah itu kami turun lagi, dan sarapan di Ngadisari. Ada pilihan nasi rames, nasi rawon, nasi soto dll. Kali ini pilihan saya adalah rawon.

Ini didalam

Ini didalam

Pilihan yang tepat atau memang kelaparan, yang pasti sampai tambah satu porsi lagi nasi rawonnya. Rawon disini berwarna bening kekuningan, disajikan dengan toge, telur bebek yang pas tidak asin. Potongan daging berbentuk kotak-kotak kecil, disertai dengan sedikit lemak. Kuahnya pas sekali terasa halus bumbunya. Wah nikmat sekali ..

Rawon Tengger 1 Rawon Tengger 2 Rawon Tengger 3

Warung Tengger tempat kami makan ini rupanya tak jauh dari kediaman Mas Patel. Oleh sebab itu saat toilet umum yang ada di pos depan warung tidak buka, kami ditawarkan untuk menggunakan toilet di tempat kediamannya. Jelas penawarannya tak ditolak.

Dalam Warung

Rumah Mas Patel

Rumah Mas Patel

Nah sama juga dengan masyarakat Tengger lainnya, kehidupan keluarga ini juga berpusat pada tungku perapian. Semua yang ada di rumah dan tak beraktifitas berkumpul dan bercengkerama di dapur.

Di luar warung

Di luar warung

Tampak luar

Tempat mangkal

Tempat mangkal

Warung sebelah

Warung sebelah

Setelah menuntaskan urusan ke belakang, maka kami siap untuk kembali melanjutkan perjalanan ..

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Standar

One thought on “Rawon Tengger Di Ngadisari: Catatan Ketiga Hari Ketiga

  1. Ping-balik: Bukit Penanjakan Dari Kejauhan | Inilah Aku

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s