Perjalanan

Savanna Bromo – A Tribute To @riomenajang : Catatan Ketiga Hari Keempat

Parkir Jip, Warung, Kuda, Motor

Parkir Jip, Warung, Kuda, Motor

Selesai dari atas Gunung Bromo menjelang pukul 7 pagi, sesuai rencana Mas Patel segera memacu jipnya menuju ke Savanna Bromo. Kembali mengarungi lautan pasir, yang syukur pada bulan ini karena masih musim hujan sehingga pasirnya relatif masih padat dan mudah dilalui.  Tak lama kami sudah mulai memasuki rerumputan di Savanna Bromo, menikmati jalan diantara rerumputan yang relatif pendek.

Bayangkan ada di atas sana ..

Bayangkan ada di atas sana ..

Sesampainya kami di tempat parkir kendaraan, wah ternyata sudah ada beberapa jip yang mendahului kami kemari. Tak lupa lokasi ini dilengkapi dengan penjual minuman dan makanan kecil, disamping penyewaan kuda tentunya. Semua dengan riang menyambut kedatangan para turis.

Jalan Raya Savanna

Jalan Raya Savanna

Saya juga segera turun dari jip dan mulai melihat sekeliling, siap untuk memotret rerumputan dan lain yang ada di savanna ini. Sayangnya sih konon karena pada saat kemarau tanaman yang ada tidak banyak terbakar, sehingga pakis-pakis dan tanaman lain yang mati menghasilkan warna coklat pada savanna.

Rombongan Jip

Rombongan Jip

Di jalan sih memang sempat ditunjukkan satu area yang hijaunya bagus, katanya karena daerah itu sempat terbakar sehingga saat hujan dan tumbuh rerumputan jadi berwarna hijau bagus tanpa tanaman keringnya. Wah ya kasihan kalau savanna musti dibakar semua pada saat kering..

Rumput dan Tebing

Rumput dan Tebing

Dengan tenang saya mulai melakukan pemotretan sambil menikmati savanna, ah memang enak juga disini pada saat debu tidak beterbangan mengganggu pemandangandan masuk kesana-sini. Apalagi debu-debu halus itu termasuk yang ditakuti orang yang membawa alat fotografi. Kadang lebih ditakuti dari air.  Entah nanti kalau saya berada disini saat musim kemarau satu saat nanti bagaimana pengalamannya ya?

Menuju Lautan Pasir

Menuju Lautan Pasir

Karena sejak lahir, bertumbuh jadi besar selalu hidup di kota metropolitan memang sangat mudah bagi saya untuk mengapresiasi keindahan yang terpampang dihadapan saya ini. Padang rumput yang luas menghijau, meskipun kalau dilihat ya isinya antara rumput, adas, pakis dan sejenisnya saja. Dibatasi oleh perbukitan, baik yang terjal maupun yang landai.  Ah, kombinasi yang elok dipandang.

Ranu Pane kesana

Ranu Pane kesana

Yang pasti teringat pula betapa saat masih muda, lebih 30 tahun lalu saya bersama dengan teman-teman melalui rute ini…. Juga pernah bersama almarhum kakak saya Rio dan sepupu saya Freddy, melintasi savanna dan lautan pasir ini menuju Bromo. Wah jaman itu kami masih harus memanggul sendiri ransel berisikan seluruh perlengkapan hidup, termasuk tenda, sleeping bag, makanan dan minuman. Miss you my brother … [Kata orang Indian di novel seri Winnetou yang kita baca saat kecil, kamu sudah di padang perburuan abadi sekarang ini ….]

Padang Perburuan Abadi

Padang Perburuan Abadi

Kalau diingat-ingat saat itu pasir yang kami lalui lunak saat diinjak, hmm berarti saat itu musim kemarau rupanya …

Savanna Bromo

Savanna Bromo

Ahh untuk menuju kemari rasanya berjam-jam ditempuh dengan jalan kaki dari Ranu Pane, dan juga berjam-jam berjalan kaki menyusuri savanna dan lautan pasirnya …. Kita tiga bersaudara … Sayang foto-foto perjalanan dahulu sudah hilang kemana .. Ah, yang penting ada dihati.

Standar

7 thoughts on “Savanna Bromo – A Tribute To @riomenajang : Catatan Ketiga Hari Keempat

  1. Ping-balik: Kuda Dan Savanna Bromo | Inilah Aku

    • Mas Wisnu …

      Rata-rata sih bukaan antara f 11, 16 dan 22 .. (Tapi makin kecil bukaannya makin ketahuan sensornya kotor, dilemna juga).

      Betul yang langsung hadap matahari (kelihatan flare) saya pakaikan filter GND 3 stop untuk menurunkan exposure langit dan matahari terhadap rumput. Masalahnya pada penempatan filter GND, musti ada bagian terkorban juga ..

      Yang ini semua difoto di atas tripod supaya nggak pegel, karena sebagian (terutama yang awal-awal) dari low angle.

      Terimakasih apresiasinya Mas Wisnu..

  2. Ping-balik: Aku, Bromo Dan Masa Lalu – Catatan Keempat Hari Keempat | Makan Lagi - Lagi Makan

  3. Ping-balik: Si Untung Dari Ngadas – Catatan Kelima Hari Keempat | Makan Lagi - Lagi Makan

  4. Nirmala Putri berkata:

    Pak, boleh minta kontaknya Mas Patel ga? makasih
    kmrn bayar brp untuk jeep pak? brp orang di dalem jeep?

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s