Perjalanan

Si Untung Dari Ngadas – Catatan Kelima Hari Keempat

Dibawah sana ada warung, kuda-kuda dan jip-jip ...

Dibawah sana ada warung, kuda-kuda dan jip-jip …

Si Untung dan Si Bejo adalah dua kuda Sumbawa yang bertempat tinggal di Desa Ngadas, setiap dua hari sekali bergantian mereka menempuh perjalanan pagi menuju ke Savanna Bromo. Perjalanan yang lumayan jauh melalui tanjakan dan turunan terjal.  Ngadas adalah desa sebelum Ranu Pane, masih di kaki Gunung Semeru dan terletak di perbukitan di atas savanna. Tentunya tidak sendirian saja, perjalanan ditempuh bersama Pak Yanto majikannya.

Untung dan rumput

Untung dan rumput

Dengan bergantian maka Untung dan Bejo tidak terlalu lelah akibat perjalanan yang harus ditempuh setiap hari, dan pekerjaan yang harus dikerjakan mereka mengangkat turis-turis keliling savanna tidak menjadi membosankan. Meskipun sebenarnya di savanna mungkin lebih santai kerja Untung dan Bejo, mana lagi banyak rumput tersedia disana.

Aku, Pak Yanto dan Untung

Aku, Pak Yanto dan Untung

Saat di savanna, saya menunggangi si Untung untuk berkeliling dan naik bukit. Sebagaimana kuda Sumbawa lain, ukurannya tidaklah terlalu besar tetapi mampu mengangkat saya kesana-kemari. Meskipun demikian ya cukup seram juga saat harus naik ke bukit, apalagi pada perjalanan turunnya si Untung agak rewel. Apa dia merasa bebannya terlalu berat?

Teman si Untung dan pemiliknya

Teman si Untung dan pemiliknya

Kata Pak Yanto si Untung saat ini sudah berusia 4 tahun, dan umumnya masih produktif sampai usia sekitar 10 tahun.  Konon juga Untung ini cukup beruntung, karena pemiliknya baru berangkat setelah matahari terbit. Rupanya kawan-kawannya ada yang sejak dini hari sudah dibawa turun ke savanna, saat masih agak gelap dan dingin menusuk. Juga mereka akan pulang siang hari pada hari biasa, serta sore saat Sabtu-Minggu.

Untung dan Pak Yanto

Untung dan Pak Yanto

Saya pribadi senang sekali menikmati savanna di Bromo ini, semoga Untung, Bejo dan kawan-kawannya juga senang berada di padang rumput ini. Bukankah kuda sepantasnya senang berada dekat rumput? Yang pasti saat sepi saya lihat pelana yang besar dan berat dicopot oleh Pak Yanto dan si Untung dibiarkan merumput bebas. Tapi ya tetap dia tidak berlarian kesana kemari seperti di film … he he he

Standar

3 thoughts on “Si Untung Dari Ngadas – Catatan Kelima Hari Keempat

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s