Perjalanan

Pesan Seorang Petani Subak Untuk Para Pemimpin

Gunung Batur

Satu hal yang berkesan hingga kini dalam perjalanan ke Bali yang baru lalu adalah saat berbicara dengan seorang petani tentang hal yang menurutnya paling dibutuhkan para petani (dan rakyat umumnya) dari pemerintahan. Hal ini terungkap setelah sering berbicara dengan beberapa anggota keluarganya, oh iya perlu diingat bahwa di Bali baik laki-laki maupun wanita berperan aktif dalam bertani.

Menurut sang petani banyak bantuan yang diberikan pemerintah justru terkesan kurang mengena, mungkin karena sekedar sebagai proyek belaka jadi disamaratakan untuk semua tempat dan semua lokasi, sehingga tidak membedakan pola bertani antara satu daerah dengan daerah lainnya. Supaya singkat dan tak melantur langsung kepada poin yang diusulkannya:

PENDIDIKAN Bagi Generasi Muda

Menurut beliau salah satu yang penting untuk maju adalah pendidikan bagi anak-anak, generasi muda yang akan melanjutkan mewarisi tanah air. Dengan memiliki pendidikan yang baik dalam berbagai sisi, dan pendidikan formal yang terjamin oleh pemerintah maka separoh dari beban berat kehidupan sudah teratasi. Juga hal ini menurut saya sangat penting untuk perbaikan kehidupan masyarakan secara keseluruhan.

Anak

Oleh sebab itu memang program wajib sekolah yang memandatkan pendidikan gratis sampai SLTA sangat dibutuhkan, selanjutnya perlu adanya bantuan pemerintah bagi yang akan melanjutkan ke pendidikan tinggi kejuruan dan atau pendidikan umum. Konon sudah ada program BIDIK MISI dari Diknas, mudah-mudahan ini bisa dimanfaatkan banyak lulusan yang berprestasi.

JAMINAN KESEHATAN Bagi Warga, Khususnya Yang Tidak Mampu

Masalah kesehatan merupakan satu hal penting dalam kehidupan warga, karena tanpa adanya jaminan perawatan kesehatan dari pemerintah, maka warga yang semula hidup layak bisa mendadak menjadi miskin. Bayangkan saja bila terkena stroke atau serangan jantung dan harus mengeluarkan dana puluhan sampai ratusan juta rupiah, maka seorang petani yang semula memiliki lahan sendiri bisa-bisa harus menjual aset produktifnya tersebut dan selanjutnya hanya menjadi buruh tani belaka. Bagaimana bila seorang buruh tani yang mengalami hal semacam ini? Syukurlah saat ini semakin banyak pemerintah daerah yang mulai menerapkan jaminan kesehatan bagi warganya. Tentu agar digunakan dengan bertanggung-jawab.

Petani

Nah, kalau sudah tenang dengan adanya dua jaminan ini maka para petani, apalagi yang sudah turun-temurun menjadi petani sehingga sebetulnya sudah menyerap berbagai kearifan lokal peninggalan pendahulunya maupun modifikasi yang dilakukan berdasarkan pengalaman empirisnya; akan dapat berproduksi dengan tenang. Tenang, karena tahu bahwa dengan mengajarkan norma agama, kebajikan dan berbagai kearifan lokal kepada generasi mudanya, mereka akan kembangkan dalam pendidikan yang diberikan oleh sekolah formal. Tenang, karena tahu bahwa mereka tidak akan menjadi miskin, atau terpaksa berhutang tanpa kejelasan akan membayar dari mana, bila ada anggota keluarga terkena musibah karena kecelakaan atau penyakit.

Ini sekedar pesan, mengingatkan hal sederhana yang dianggap penting seorang petani subak dari Bali.

Standar

2 thoughts on “Pesan Seorang Petani Subak Untuk Para Pemimpin

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s