Bayangkan anda sedang berjalan sendirian menyusuri rel kereta dan mendadak hujan rintik dan makin lama semakin deras. Pastilah langkah pertama adalah mencari tempat perlindungan.

Hal itu yang saya lakukan. Saat hujan segera saya berlindung di emperan rumah yang ada di tepi rel. Pandangan ke seberang seperti foto di bawah. Berdiri menunggu hujan deras mereda.

Tiba-tiba keluar seorang bapak, menawarkan untuk masuk rumah agar bisa duduk menunggu. Saya sungkan juga, tapi akhirnya mau juga. Kebetulan si bapak baru makan, ditawarkannya pula saya untuk makan. Kali ini saya menolak karena memang baru makan bakso sebelumnya. Tapi bapak berkeras agar minum, mau membuatkan teh manis, ah saya bilang cukup air putih saja.

Kamipun berbincang sambil menunggu hujan. Ternyata Pak Kacu, begitu panggilannya, adalah seorang pengemudi freelance. Ia bekerja bila ada order. Meskipun sederhana tetapi sangat baik.

Diberkatilah kiranya kehidupan Pak Kacu yang baik.

Perjalanan

Terima Kasih Pak Kacu

Gambar

4 thoughts on “Terima Kasih Pak Kacu

    • Ha ha gara-gara hujan otak beku nih, malahan nggak sempat foto si Bapak ..

      Tapi kemarin pas photowalk sempat singgah di rumahnya, si Bapak malah nggak ada. Adanya istri, anak, menantu dan cucu-cucu.

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s