View keluar
Keuangan

Menabung Bagai Jendela Ke Masa Depan

Jendela Terang

Kisah dan cerita, bahkan bahasan tentang menabung sudah banyak yang menulis. Namun tetap saya akan menambahkan sesuai dengan pengalaman bekerja di bidang jasa keuangan sejak 1989, dan pengetahuan praktis yang diperoleh selama ini. Bahasan mengenai keuangan, perbankan dan aneka jasa keuangan semampunya akan saya tambahkan pada blog ini mulai 2014. Setidaknya hal-hal praktisnya, bukan yang njelimet, soalnya nanti kita pusing semua.

Lihat kedepan itulah prinsip menabung, dalam hal ini masa depan kita pastinya. Apa yang kita tabung bukan untuk dinikmati saat ini, dan mungkin bukan hanya kita yang bisa menikmati tabungan kita nantinya. Semua ini kita tentukan dari awal. Oleh sebab itu foto jendela di atas sangat cocok untuk mengilustrasikan hal ini. Dengan jendela kita bisa melihat dan menyimak apa yang ada di luar, serta mempersiapkan apa yang diperlukan. Usahakan jendela kita jernih agar pandangan juga jernih. Banyak membaca dan mengamati sehingga punya pandangan yang jelas akan berbagai hal, kebutuhan masa depan, tantangan dan ancaman.

Sedikit-demi sedikit menjadi bukit, ini satu pepatah yang sudah lama kita dengar. Inilah prinsip dasar menabung, semua dimulai dari kecil, cukup sedikit saja. Namun perlu konsistensi dan kesinambungan, dalam artian dilakukan terus menerus meskipun sedikit. Saya teringat nasihat almarhum ayah dulu waktu pertama mulai bekerja: sisihkan 50 ribu rupiah setiap bulan ke dalam tabungan, dan tiap tahun tingkatkan 10 persen saja … lihat nanti saat pensiun. Saat itu saya berusia 26 tahun, alias 25 tahun lalu. Ada yang rajin berhitung? Nah ini terapan dari kata sedikit demi sedikit tadi, dalam foto kita lihat adanya tangga yang mengilustrasikan dengan baik, kita tidak langsung ke atas tapi cukup sedikit demi sedikit, satu anak tangga tiap saatnya.

Batas, jendela punya kaca yang membatasi. Tabungan juga sebaiknya dibatasi dengan tujuan-tujuan yang jelas, apa yang kita inginkan di masa depan – rincikan satu persatu, persiapkan. Dengan batasan yang jelas kita tidak akan semena-mena menggunakan dana yang ada. Batas bisa juga secara fisik dan administrasi, nanti kita bahas suatu saat nanti.

Tak tahu sampai mana ujungnya. Ini suatu keniscayaan dalam melihat tangga di foto, rasanya kita tahu pasti ada ujung. Tapi dimana itu kita tidak tahu. Demikian juga dengan tabungan, kita tak bisa tentukan sampai kapan menabung, meski rasanya kita tahu.

Kesimpulan: Mari mulai menabung. Tidak ada kata terlambat untuk memulai, cukup sedikit demi sedikit. Lihat kedepan, bermimpilah, rencanakan yang ingin dicapai. Dan yang terpenting, jangan tunda mulailah. [Nanti akan kita bahas mengenai tabungan dalam prakteknya secara luas dimana kita bakal berjumpa dengan banyak istilah yang memusingkan].

Lihat juga:

Jendela Gelap

Standar

2 thoughts on “Menabung Bagai Jendela Ke Masa Depan

  1. foto-fotonya pak iksa selalu terlihat lebih jernih ya pak
    keren deh
    konsep menabung memang harus melihat masa depan bukan lihat provider tabungannya apalagi hadiahnya hehehehe

Mari berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s