Bistro/Cafe

Kuliner Pasar Santa: Nasi Campur Bali Made Swendri

IMG_1747.JPG

Sesuai dengan namanya, makanan yang disediakan disini adalah nasi campur bali. Mulai dari yang paling sederhana, berupa nasi, telur rebus, sayuran, kacang, sambal matah dan sambal uleknya; disini diberi nama Nasi Kucing. Bila ditambahkan dengan ayam suwir jadilah ia Nasi Campur. Saya sendiri mencoba nasi campurnya, sesuai foto.

Nasi campur disajikan dalam wadah anyaman beralaskan kertas makan berplastik, dengan diberi sendok plastik. Nasinya sendiri dalam porsi yang cukup melimpah, alias cukup banyak; demikian juga dengan lauk dan sambalnya. Saya suka sambalnya, enak.

IMG_1748.JPG

Kalau melihat yang ditulis pada papan mereknya, pemiliknya berasal dari Desa Payangan. Satu desa yang indah, penghasil beras di Bali; semoga saja nasi yang disajikan menggunakan beras dari sana .. lain kali saya coba konfirmasikan. Cukup banyak foto-foto saya di daerah sana.

IMG_1749.JPG

Oh iya kalau melihat informasi yang tersedia, saat ini kedai buka hari Jumat sampai Minggu saja. Dan menurut penjaga kedainya, mereka hanya buka sampai sore saja.

IMG_1743-0.JPG

Satu yang saya suka dari kedai ini, warnanya yang putih bersih itu mengundang selera makan, apalagi dengan desain logo yang menarik menjadi nilai tambah tersendiri.

Iklan
Standar
Bistro/Cafe

Kuliner Pasar Santa: Gayobies Coffee

IMG_1252.JPGIMG_1251.JPG

IMG_1250.JPG

Semula kuliner Pasar Santa (modern) identik dengan ABCD Coffee yang merupakan sekolah atau kursus mengenai kopi dan penyajiannya. Dari sinilah mulai kehebohan melalui socmed dan selanjutnya hingga tercipta cukup keramaian dan dimulailah gelombang kuliner dan seni masuk Pasar Santa. Bahasa masa kininya ekonomi kreatif.

Nah Gayobies Coffee sebagai pendatang berikut memilih konsep yang berbeda, bukan sekolah tapi tempat menikmati kopi, dengan menghidangkan aneka jenis olahan dari Kopi Gayo. Tentunya bisa ditemani dengan aneka cemilan yang disediakannya. [Sayang pas kesana cemilan yang ada habis diborong rombongan besar yang baru berkunjung, tetapi tak apalah yang penting bisa menikmati kopinya.

IMG_1205.JPG

IMG_1207.JPG

IMG_1206.JPG

IMG_1208.JPG

Standar untuk mencoba kopi bagi saya adalah kopi tubruk/drip/sejenis atau espresso yang dibuat di kedai kopi yang dikunjungi, bukan aneka produk kopi yang sudah bercampur dengan bahan lain. Saat menyeruputnya saya mencoba menikmati karakter kopi yang dicecap oleh syaraf perasa di seluruh bagian lidah.

Nah di Gayobies ini saya pesan kopi tubruk, yang dihidangkan di cangkir kopi elegan, komplit dengan buih dan butiran ampas kopinya. Suatu penampakan yang menyenangkan. Saat menyeruput kopi tubruk asal Gayo ini mulai terasa kenikmatannya, dengan diawali oleh tendangan roasting matang dan penuh, dengan mayoritas asam mewakili aneka buah-buahan dan samar-samar berbagai rasa lain ada dilatar belakang. Roasting yang cukup matang tetapi nikmat, sehingga tidak terasa satu cangkir kopi cepat habisnya.

IMG_1210.JPG

IMG_1209.JPG

IMG_1211.JPG

IMG_1212.JPG

Sayang meskipun pengelola Gayobies Coffee nampak ramah-ramah namun karena keramaian pengunjung maka kami belum bisa banyak berbincang-bincang dengan mereka. Tidak apalah, nanti lain kali mudah-mudahan ada waktu.

IMG_1213.JPG

IMG_1214.JPG

IMG_1215.JPG

Nah di Gayobies Coffee ini sama dengan yang lainnya mereka juga tutup pada hari senin, karena keramaian yang luarbiasa sejak jumat sampai dengan minggu.

Standar
Bistro/Cafe

Kuliner Pasar Santa: Ki_Cchin Japanese Kitchen

IMG_1228.JPGIMG_1227.JPG

Kembali lagi ke Pasar Santa yang sedang naik daun untuk kuliner, mencari aneka produk kreatif, dan sekedar untuk kumpul-kumpul. Kali ini saya mencoba makanan Jepang, khusus aneka Teppan Yaki. Masakan khas Jepang yang diolah dengan menggoreng atau lebih tepatnya ditumis pada meja khusus. Nama warung ini Japanese Kitchen, Ki_Cchin. Mungkin begitu orang Jepang menyebutnya.

Dalam pengolahannya menggunakan aneka sayur, bumbu, daging dan bahan lainnya. Rajangan kecil bahan-bahan ini selanjutnya ditumis dengan minyak dan saus sampai kematangan tertentu dan disajikan dalam mangkuk bersama nasi putih panas.

IMG_1230.JPG

IMG_1229.JPG

IMG_1220.JPG

Saya pesan Teppanyaki dari bahan lidah untuk mencoba, kalau daging kan sudah biasa. Proses pengolahan sama juga seperti lainnya, dan tidak lama sudah tersedia siap untuk dimakan. Karena duduk di depan wadah penggorengan maka saat mau makan sudah kepingin sekali karena aroma yang keluar selama proses sudah merasuk hidung.

Untuk saya mangkuknya berukuran lumayan, dalam arti cukup untuk bersantap tanpa kenyang, sehingga bisa mencicipi hidangan lain lagi. Mungkin bagi orang yang makannya tidak seperti saya ini sudah cukup mengenyangkan porsinya. Tapi yang penting dalam suatu makanan adalah rasanya, dan rasa yang didapatkan dari seporsi lidah teppanyaki ini cocok sekali dengan saya. Kemanisan, tingkat pedas dan bumbu lain sudah sangat pas. Semoga masakan lain juga sama nikmatnya.

IMG_1217.JPG

IMG_1218.JPG

IMG_1219.JPG

Saat makan disitu yang menjadi chef adalah Mas Yanuar asal Surabaya. Kini dia bermukim di LA, alias Lenteng Agung bersama istri dan anak-anaknya. Sedikit banyak bercerita tentang suka-duka menjalankan warung Jepang ini.

Untung jam operasional mereka adalah jam 2 siang sampai tutup pukul 9 malam atau habisnya bahan. Namun demikian sejak jam 9 pagi sudah harus belanja daging, aneka sayur ke pasar-pasar; selanjutnya dirajang untuk siap diolah nantinya. Karena tidak mungkin proses merajang baru dilakukan saat memasak. Usai berjualanpun masih harus bersih-bersih sebagaimana tempat makan lain, tidak mungkin ditinggal dalam keadaan kotor.

IMG_1221.JPG

IMG_1222.JPG

IMG_1224.JPG

Sementara ini jam operasional Ki_Cchin antara jam 2 sore -9 malam, dan buka tiap hari rabu sampai minggu. Nah puncak keramaian adalah hari sabtu dan minggu. Sangat melelahkan kata Yanuar, berhubung istirahatpun tidak sempat pada saat ramai, belum lagi panasnya penggorengan. Tapi keramaian pasti menghilangkan segala lelah, karena buat apa buka warung kalau sepi terus.

IMG_1223.JPG

IMG_1226.JPG

IMG_1225.JPG

IMG_1216.JPG

Selamat menikmati Ki_Cchin Japanese Kitchen di Pasar Santa, jangan lupa kuliner lainnya.

Standar
Bistro/Cafe, Utama

Yukai Quick Shabu And Sushi

IMG_0374.JPGIMG_0373.JPG
Mencari tempat makan Shabu dan Sushi yang cepat dan nyaman? Nah sesuai dengan nama restorannya, Yukai menyediakan Shabu dan Sushi dengan cepat. Nyaman itu relatif, namun bagi saya memang nyaman karena hanya beberapa langkah dari rumah; dan meski kecil tempatnya tapi pemandangannya asik. Juga ada wifinya.

IMG_0378.JPG

IMG_0376.JPG
Tapi selain nyaman tentunya harus enak makanan yang disediakan. Nah ini memang harus dibuktikan dengan dirasakan sendiri. Kali ini menu utama yang dicicipi adalah Wagyu Quick Shabu, dengan tambahan Baked Salmon Menthai dan minum Ocha panas.

IMG_0379.JPG

IMG_0377.JPG
Quick Shabu Wagyu ini memang betul suatu penyajian shabu yang lengkap, ada 2 sayur setidaknya, tahu, jamur, udon disamping daging wagyu yang melimpah. Semua sudah dimasak terlebih dahulu, jadi disediakan dalam satu mangkuk.

IMG_0385.JPG

IMG_0386.JPG

IMG_0388.JPG
Kenikmatan shabu-shabu selain pada pilihan bahan berkualitas juga pada saus yang menyertainya. Ponzu shoyu yang disediakan di Yukai ini ternyata enak dan segar. Pas sesuai selera. Jelas ini membuat shabu tersantap dengan nikmat.

IMG_0390.JPG

IMG_0384.JPG

IMG_0389.JPG
Baked Salmon Menthai dengan ukuran medium terdiri dari 4 potong, dan cukup untuk menambah isi perut yang sudah kenyang ini. Lain kali memang sebaiknya memesan sushi didahulukan sebelum shabu datangnya.

IMG_0381.JPG

IMG_0380.JPG
Secara keseluruhan bersantap disini memuaskan, dengan tempat yang enak dan makanan enak. Cukup banyak terlihat colokan pula, standar untuk masa kini, bisa makan, kerja dan gaul.

Bagi yang malas ke lokasinya di Jalan Gunawarman No 75 bisa juga pesan antar. Semua ada informasinya di web Yukai Shabu Sushi. Juga bisa di twitter.

IMG_0383.JPG

Standar
Bistro/Cafe, Kuliner

Kuliner Pasar Santa: Papricano Mexican Cantina

IMG_0188.JPG

IMG_0184.JPG

IMG_0197.JPG

Sekarang lagi naik daun nih kuliner di Pasar Santa – Kebayoran Baru, ya semenjak sekolah kopi ABCD dibuka disana menjadi magnet bagi lain-lainnya untuk meramaikan. Jadi sesudah keramaian oleh Ajo Ramon di parkiran, sekarang sejak siang sampai malam lantai 2 Pasar Santa diramaikan berbagai kedai yang baru dibuka. Yang jelas semua berusaha unik, maklum jualannya di kios-kios kecil pasar; harus unik tapi menjual. Juga musti tetap efisien supaya bisa bersaing.

IMG_0183.JPG

IMG_0179.JPG

IMG_0178.JPG

IMG_0177.JPG

Kali ini kami coba kantin masakan Meksiko, Papricano. Jelas jualannya masakan Meksiko: Burrito, Taco, Quesadillas, Taquitos dan Nachos. Minumnya pun Horchata. Cukup simpel bukan.

IMG_0181.JPG

IMG_0195.JPG

IMG_0189.JPG

IMG_0191.JPG

Dari pesanan yang kami santap tidak ada keluhan, dan lumayan buat sambil ngobrol ngemil disini pasti enak. Yup karena ukuran saya itu belum makanan komplit, kurang kenyang kecuali beberapa kali tambah. Kecuali nanti di menu ada tambahan ukuran besar …,

IMG_0196.JPG

IMG_0193.JPG

IMG_0192.JPG

IMG_0194.JPG

Silahkan dicoba, pasti suka.

IMG_0180.JPG

IMG_0185.JPG

IMG_0186.JPG

IMG_0187.JPG

Standar