Tenda/Warung

Kuliner Cikini Raya: Bakmi Roxy Dan Es Campur

IMG_1771.JPG

Sejak terakhir berkunjung kemari sudah nampak cukup banyak kemajuan. Kali ini mereka sudah punya lokasi dalam bangunan untuk makan pengunjung, meskipun untuk menyiapkan bakmi dan es campur masih dilakukan dibawah tenda di kakilima jalanan. Namun hal ini yang menjadi daya tarik dan sesuai dengan pangsa pasarnya.

Dengan adanya bangunan itu jam buka mereka juga lebih panjang jadinya, konon sekarang sudah buka sejak awal hari.

IMG_1772.JPG

Secara keseluruhan sejak persiapan, penyajian dan rasanya masih tetap sama sih seperti yang ada dalam ingatan. Jadi mereka cukup berhasil mempertahankan nama yang dibangun sejak lama.

IMG_1773.JPG

Bakmi yang disajikan tetap dengan rasa khasnya dengan potongan daging ayam yang cukup banyak dan enak. Baksonya sendiri bisa dinikmati sebagai bakso sapi. Oh iya sayurannya juga tetap mendapat porsi cukup. Jadi memory yang ada tidak terhapus, sebagaimana pada beberapa nama yang sudah lama bisa berubah kesannya.

IMG_1770.JPG

Es campur dan alpukat menjadi bagian tak terpisahkan dengan Bakmi Roxy di Cikini ini. Setidaknya dari sisi bahan masih tetap mempergunakan sirup pisang susu, dan utamanya sirup mocca dari Sarang Sari yang memiliki rasa khas.

Sekali lagi salut atas kemampuan mempertahankan kesan yang ada di benak sejak dulu melalui penampakan dan rasa es alpukat dan es campur disini.

IMG_1741.JPG

Satu catatan penting saat mengunjungi Bakmi Roxy pada outletnya yang manapun adalah keramahan dan kedekatan pada para pengunjung, meskipun mereka seringkali penuh padat dengan pengunjung. Mungkin hal semacam inilah yang membuat pengunjungnya selalu kembali.

IMG_1742.JPG

IMG_1769.JPG

Oh iya lokasinya masih tetap sebelum Taman Ismail Marzuki di Cikini Raya. Sesudah deretan cafe dan toko dengan konsep antik disebelah kiri jalan.

Standar
Food Court, Kuliner

Kuliner Pasar Mayestik: Kedai Mini

Masuk Pasar Basah Hidangan Tanpa Merek

Kedai Mini terletak di basement Pasar Mayestik, sebelah pasar basah, cukup komplit menyediakan masakan minang. Yang pasti tidak memberatkan kantong, layanan baik dan terpenting enak.

Tungku

Pasar Mayestik sendiri tepat dikunjungi kalau sedang mencari bahan pakaian dan pernik-perniknya, serta menjahitnya yang pasti. Buat orang setempat ada juga pasar basah yang komplit dan bersih.

Nasi Hangat

Sekarang ada tiga bagian yang sedia kuliner di Pasar Mayestik: di lantai atas dekat parkiran mobil ada food court; di lobby utama ada stan-stan yang sedia makanan kecil dan aneka minuman. Terakhir di basement ada kios-kios yang berjualan makanan, dalam hal ini kebanyakan ya makanan (berat) siap saji. Pada saat jam makan siang rata-rata kedai makan disini penuh dengan pelanggan.

Aneka Hidangan Rendang Dkk

Kedai Mini dipilih untuk mengisi perut kali ini dari berbagai pilihan yang ada, karena menarik. Masakan minang yang disediakan memberi aneka pilihan, mulai dari ikan bakar, gulai, (ayam, telur, otak), rendang, tunjang, kari dll. Oh iya jangan dicari papan nama Kedai Mini, tidak ada disana, nama ini saya tanya langsung pada Uda yang mengelola disana.

Kari Limpa Ayam Gulai Nasi, Kuah, Sambel, Jengkol

Pilihan santapan saya:
– Nasi putih hangat (2) dengan sayur nangka, aneka kuah plus sambal hijau, plus gulai jengkol.
– Gulai ayam.
– Kari limpa.
– Teh manis hangat (2).
Semua itu seharga Rp 40 ribu saja.

Jengkolnya Nasi dkk

Nasi hangat dengan kuah, sambel dan jengkol saja sudah begitu nikmat. Terutama karena gulai jengkol yang menurut saya pas sekali. Kerenyahan dan kelembutan jengkol sangat pas di mulut dan lidah. Hal ini disertai pula dengan kuah gulai yang tidak berlebihan mendominasi jengkol.

Ayam gulai terasa lembut dan halus, mungkin lebih enak lagi bila dalam keadaan panas. Limpa kari yang dihidang dengan banyak cabe memberikan rasa nikmat yang luar biasa. Kelembutan tekstur limpa yang segar berpadu dengan kuah kari yang kuat ditambahkan aksen dari gigitan sambel.

Jengkol Sang Primadona

Tak salah lagi limpa dan jengkol menjadi primadona dari santap siang kali ini. Patut direkomendasi untuk dicoba.

Standar
Bistro/Cafe, Utama

Yukai Quick Shabu And Sushi

IMG_0374.JPGIMG_0373.JPG
Mencari tempat makan Shabu dan Sushi yang cepat dan nyaman? Nah sesuai dengan nama restorannya, Yukai menyediakan Shabu dan Sushi dengan cepat. Nyaman itu relatif, namun bagi saya memang nyaman karena hanya beberapa langkah dari rumah; dan meski kecil tempatnya tapi pemandangannya asik. Juga ada wifinya.

IMG_0378.JPG

IMG_0376.JPG
Tapi selain nyaman tentunya harus enak makanan yang disediakan. Nah ini memang harus dibuktikan dengan dirasakan sendiri. Kali ini menu utama yang dicicipi adalah Wagyu Quick Shabu, dengan tambahan Baked Salmon Menthai dan minum Ocha panas.

IMG_0379.JPG

IMG_0377.JPG
Quick Shabu Wagyu ini memang betul suatu penyajian shabu yang lengkap, ada 2 sayur setidaknya, tahu, jamur, udon disamping daging wagyu yang melimpah. Semua sudah dimasak terlebih dahulu, jadi disediakan dalam satu mangkuk.

IMG_0385.JPG

IMG_0386.JPG

IMG_0388.JPG
Kenikmatan shabu-shabu selain pada pilihan bahan berkualitas juga pada saus yang menyertainya. Ponzu shoyu yang disediakan di Yukai ini ternyata enak dan segar. Pas sesuai selera. Jelas ini membuat shabu tersantap dengan nikmat.

IMG_0390.JPG

IMG_0384.JPG

IMG_0389.JPG
Baked Salmon Menthai dengan ukuran medium terdiri dari 4 potong, dan cukup untuk menambah isi perut yang sudah kenyang ini. Lain kali memang sebaiknya memesan sushi didahulukan sebelum shabu datangnya.

IMG_0381.JPG

IMG_0380.JPG
Secara keseluruhan bersantap disini memuaskan, dengan tempat yang enak dan makanan enak. Cukup banyak terlihat colokan pula, standar untuk masa kini, bisa makan, kerja dan gaul.

Bagi yang malas ke lokasinya di Jalan Gunawarman No 75 bisa juga pesan antar. Semua ada informasinya di web Yukai Shabu Sushi. Juga bisa di twitter.

IMG_0383.JPG

Standar

Idul Fitri

Saling memaafkan.

Menuju kebaikan.

Berkunjungan dan bersilaturahmi.

Mari memaknai kehidupan.

Perjalanan, Uncategorized

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H

Gambar
Event

Mencoba Vespa Primavera Di L’Osteria: Enak Dan Nyaman Dikendarai

Vespa Primavera

Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, saat ada kelas memasak di L’Osteria, ternyata masih juga mencoba mengendarai Vespa Primavera yang masih kinclong banget milik Bro Saranto. Yang juga mencoba berkendara dengan Vespa Primavera milik Bro Saranto adalah Mas Tri dan Mbah Satar ….

Vespa Primavera

Saya mencoba pada trek lurus dari ujung Jalan Ciranjang ke Jalan Ciragil, lokasi TPS 015 dimana saya mencoblos. Parkir sebentar menanyakan hasil akhir pemilihan di TPS dan kembali ke L’Osteria.

Vespa Primavera Vespa Primavera Vespa Primavera

Scooter matic berharga 30,8 juta rupiahdengan mesin 150an-cc ini memang enak dikendarai, dengan suspensi yang sangat memadai untuk ukuran tubuh saya. Tidak lupa designnya enak dilihat, modern tapi klasik gitu. Dan yang sangat menarik adalah sensasi suara dan akselerasi khas vespa jaman dulu ternyata masih terbawa. Ha ha maklumlah meski sering melihat tapi baru dua kali mencoba Vespa modern, jadi referensi dalam benak adalah vespa jadul.

Vespa Primavera Vespa Primavera Vespa Primavera

Pantas saja makin banyak orang yang suka menggunakan Vespa untuk kerja, kuliah ataupun beraktivitas sehari-hari. Desain bagus dan nyaman dikendarai.

Mas Tri Mbah Satar Bro Saranto

Cooking Class

SL SL SL

Nah istri dari Bro Stephen Langitan tidak menyia-nyiakan waktu yang ada, beliau aktif belajar membuat pizza yang akan dibajar di oven berbahan bakar kayu api ….

Bro Stephen Langitan dan Istri

Ini dia foto berduanya ….

Standar