Bistro/Cafe

Kuliner Pasar Santa: Gayobies Coffee

IMG_1252.JPGIMG_1251.JPG

IMG_1250.JPG

Semula kuliner Pasar Santa (modern) identik dengan ABCD Coffee yang merupakan sekolah atau kursus mengenai kopi dan penyajiannya. Dari sinilah mulai kehebohan melalui socmed dan selanjutnya hingga tercipta cukup keramaian dan dimulailah gelombang kuliner dan seni masuk Pasar Santa. Bahasa masa kininya ekonomi kreatif.

Nah Gayobies Coffee sebagai pendatang berikut memilih konsep yang berbeda, bukan sekolah tapi tempat menikmati kopi, dengan menghidangkan aneka jenis olahan dari Kopi Gayo. Tentunya bisa ditemani dengan aneka cemilan yang disediakannya. [Sayang pas kesana cemilan yang ada habis diborong rombongan besar yang baru berkunjung, tetapi tak apalah yang penting bisa menikmati kopinya.

IMG_1205.JPG

IMG_1207.JPG

IMG_1206.JPG

IMG_1208.JPG

Standar untuk mencoba kopi bagi saya adalah kopi tubruk/drip/sejenis atau espresso yang dibuat di kedai kopi yang dikunjungi, bukan aneka produk kopi yang sudah bercampur dengan bahan lain. Saat menyeruputnya saya mencoba menikmati karakter kopi yang dicecap oleh syaraf perasa di seluruh bagian lidah.

Nah di Gayobies ini saya pesan kopi tubruk, yang dihidangkan di cangkir kopi elegan, komplit dengan buih dan butiran ampas kopinya. Suatu penampakan yang menyenangkan. Saat menyeruput kopi tubruk asal Gayo ini mulai terasa kenikmatannya, dengan diawali oleh tendangan roasting matang dan penuh, dengan mayoritas asam mewakili aneka buah-buahan dan samar-samar berbagai rasa lain ada dilatar belakang. Roasting yang cukup matang tetapi nikmat, sehingga tidak terasa satu cangkir kopi cepat habisnya.

IMG_1210.JPG

IMG_1209.JPG

IMG_1211.JPG

IMG_1212.JPG

Sayang meskipun pengelola Gayobies Coffee nampak ramah-ramah namun karena keramaian pengunjung maka kami belum bisa banyak berbincang-bincang dengan mereka. Tidak apalah, nanti lain kali mudah-mudahan ada waktu.

IMG_1213.JPG

IMG_1214.JPG

IMG_1215.JPG

Nah di Gayobies Coffee ini sama dengan yang lainnya mereka juga tutup pada hari senin, karena keramaian yang luarbiasa sejak jumat sampai dengan minggu.

Iklan
Standar
Bistro/Cafe

Kuliner Pasar Santa: Ki_Cchin Japanese Kitchen

IMG_1228.JPGIMG_1227.JPG

Kembali lagi ke Pasar Santa yang sedang naik daun untuk kuliner, mencari aneka produk kreatif, dan sekedar untuk kumpul-kumpul. Kali ini saya mencoba makanan Jepang, khusus aneka Teppan Yaki. Masakan khas Jepang yang diolah dengan menggoreng atau lebih tepatnya ditumis pada meja khusus. Nama warung ini Japanese Kitchen, Ki_Cchin. Mungkin begitu orang Jepang menyebutnya.

Dalam pengolahannya menggunakan aneka sayur, bumbu, daging dan bahan lainnya. Rajangan kecil bahan-bahan ini selanjutnya ditumis dengan minyak dan saus sampai kematangan tertentu dan disajikan dalam mangkuk bersama nasi putih panas.

IMG_1230.JPG

IMG_1229.JPG

IMG_1220.JPG

Saya pesan Teppanyaki dari bahan lidah untuk mencoba, kalau daging kan sudah biasa. Proses pengolahan sama juga seperti lainnya, dan tidak lama sudah tersedia siap untuk dimakan. Karena duduk di depan wadah penggorengan maka saat mau makan sudah kepingin sekali karena aroma yang keluar selama proses sudah merasuk hidung.

Untuk saya mangkuknya berukuran lumayan, dalam arti cukup untuk bersantap tanpa kenyang, sehingga bisa mencicipi hidangan lain lagi. Mungkin bagi orang yang makannya tidak seperti saya ini sudah cukup mengenyangkan porsinya. Tapi yang penting dalam suatu makanan adalah rasanya, dan rasa yang didapatkan dari seporsi lidah teppanyaki ini cocok sekali dengan saya. Kemanisan, tingkat pedas dan bumbu lain sudah sangat pas. Semoga masakan lain juga sama nikmatnya.

IMG_1217.JPG

IMG_1218.JPG

IMG_1219.JPG

Saat makan disitu yang menjadi chef adalah Mas Yanuar asal Surabaya. Kini dia bermukim di LA, alias Lenteng Agung bersama istri dan anak-anaknya. Sedikit banyak bercerita tentang suka-duka menjalankan warung Jepang ini.

Untung jam operasional mereka adalah jam 2 siang sampai tutup pukul 9 malam atau habisnya bahan. Namun demikian sejak jam 9 pagi sudah harus belanja daging, aneka sayur ke pasar-pasar; selanjutnya dirajang untuk siap diolah nantinya. Karena tidak mungkin proses merajang baru dilakukan saat memasak. Usai berjualanpun masih harus bersih-bersih sebagaimana tempat makan lain, tidak mungkin ditinggal dalam keadaan kotor.

IMG_1221.JPG

IMG_1222.JPG

IMG_1224.JPG

Sementara ini jam operasional Ki_Cchin antara jam 2 sore -9 malam, dan buka tiap hari rabu sampai minggu. Nah puncak keramaian adalah hari sabtu dan minggu. Sangat melelahkan kata Yanuar, berhubung istirahatpun tidak sempat pada saat ramai, belum lagi panasnya penggorengan. Tapi keramaian pasti menghilangkan segala lelah, karena buat apa buka warung kalau sepi terus.

IMG_1223.JPG

IMG_1226.JPG

IMG_1225.JPG

IMG_1216.JPG

Selamat menikmati Ki_Cchin Japanese Kitchen di Pasar Santa, jangan lupa kuliner lainnya.

Standar
Fotografi Makanan, Restaurant

Ayam Betutu Gilimanuk Di Jakarta

IMG_0346.JPGIMG_0347.JPG

Kangen dengan masakan Bali saat di Jakarta, atau ada tamu belum sempat ke Bali tapi mau mencicipi masakan khas daerah Bali? Nah Ayam Betutu Gilimanuk yang ada di Jalan Wolter Monginsidi ini bisa membantu pastinya. Apalagi ini memang jaringan dari rumah makan bernama sama di Bali.

Sesuai dengan nama restorannya, masakan utamanya adalah Ayam Betutu, baik kuah maupun goreng. Juga ada Bebek Betutu kuah dan goreng. Selain itu ada Nasi Bali pastinya.

IMG_0344.JPG

IMG_0342.JPG

IMG_0343.JPG

Pesanan saya sesuai di foto adalah Nasi Bebek Betutu Goreng. Isinya 1/4 bebek goreng, nasi putih, plecing kangkung, Kacang goreng, sambel matah dan sambel terasi. Harga 60ribu.

Kalau mau lebih puas bisa pesan porsi separoh ayam/bebek langsung, plus nasi putih. Ini seperti porsi yang umum dijumpai di Bali.

Bebek Gorengnya enak, jelas dipilih bebek yang bagus oleh mereka. Plecing dan sambel matah jelas memberi rasa khas pada tiap suapan. Kacang goreng mengakibatkan sensasi tersendiri dari kerenyahan saat digigit dan aroma kacangnya yang lembut. Memang sungguh nikmat disantap.

IMG_0350.JPG

IMG_0348.JPG

IMG_0349.JPG

Oh ya, pembayaran disini dengan uang tunai.

Standar
Bistro/Cafe, Kuliner

Kuliner Pasar Santa: Papricano Mexican Cantina

IMG_0188.JPG

IMG_0184.JPG

IMG_0197.JPG

Sekarang lagi naik daun nih kuliner di Pasar Santa – Kebayoran Baru, ya semenjak sekolah kopi ABCD dibuka disana menjadi magnet bagi lain-lainnya untuk meramaikan. Jadi sesudah keramaian oleh Ajo Ramon di parkiran, sekarang sejak siang sampai malam lantai 2 Pasar Santa diramaikan berbagai kedai yang baru dibuka. Yang jelas semua berusaha unik, maklum jualannya di kios-kios kecil pasar; harus unik tapi menjual. Juga musti tetap efisien supaya bisa bersaing.

IMG_0183.JPG

IMG_0179.JPG

IMG_0178.JPG

IMG_0177.JPG

Kali ini kami coba kantin masakan Meksiko, Papricano. Jelas jualannya masakan Meksiko: Burrito, Taco, Quesadillas, Taquitos dan Nachos. Minumnya pun Horchata. Cukup simpel bukan.

IMG_0181.JPG

IMG_0195.JPG

IMG_0189.JPG

IMG_0191.JPG

Dari pesanan yang kami santap tidak ada keluhan, dan lumayan buat sambil ngobrol ngemil disini pasti enak. Yup karena ukuran saya itu belum makanan komplit, kurang kenyang kecuali beberapa kali tambah. Kecuali nanti di menu ada tambahan ukuran besar …,

IMG_0196.JPG

IMG_0193.JPG

IMG_0192.JPG

IMG_0194.JPG

Silahkan dicoba, pasti suka.

IMG_0180.JPG

IMG_0185.JPG

IMG_0186.JPG

IMG_0187.JPG

Standar