Perjalanan, Restaurant

Restoran Aie Badarun Di Padang Panjang Sungguh Nikmat!

20131230-194653.jpg

20131230-194717.jpg

20131230-194739.jpg

Dalam perjalanan dari Padang ke Bukittinggi, diberi dua alternatif, makan di Sate Mak Syukur atau Aie Badarun. Mengingat pilihan makanan lebih banyak dan keadaan lapar, otomatis pilihan jatuh ke Aie Badarun.

Setelah duduk maka berderetan aneka lauk dihidangkan dalam piring-piring kecil, penyajian khas Minang oleh Restoran Aie Badarun. Maka mulailah kebingungan pertama, apa yang akan disantap. Yang sudah pasti aneka ragam santapan jengkol menanti, dengan gulai jengkol yang nampak jempolan. Juga sambalado petai, luar biasa enak.

Aneka santapan ikan, mulai dari teri, ikan mas, patin dll siap menggugah selera. Namun yang saya makan berporsi-porsi adalah baluik goreng ladomudo, alias belut goreng cabe ijo. Kerenyahan belut goreng, ukuran kecil-kecil, saat disantap bersama sambel ijo dan nasi hangat amat sangat luar biasa. Apalagi tambahkan jengkolnya… tak terdeskripsikan nikmatnya.

Aneka sayuran, sejenis urap dan gado-gado menjadi sumber serat. Tapi serat saya cukup dari jengkol dan petai.

Belum lagi aneka dendeng yang ada, dan yang saya suka .. sampadeh tarang-tarang alias sampadeh gajeboh. Wah enak nian … sayang ukurannya besar, jadi cukup satu saja.

Jangan terlalu kenyang makan, karena paling sedap semua ditutup dengan secangkir kopi hitam. Dan jangan lupakan bubur kampiun nan lezat … meskipun banyak juga pilihan santapan penutup yang lezat.

Memang perlu berkali-kali menikmati Aie Badarun agar bisa mencoba semua dengan baik, bukan sekedar cicip. Terutama karena ini restoran bukan tempat cicip.

20131230-194802.jpg

20131230-194823.jpg

20131230-194852.jpg

Iklan
Standar
Utama

Cakalang Pete Garo Rica

20131219-200847.jpg

20131219-200814.jpg

Sejak cukup lama sudah membayangkan nikmatnya menyantap cakalang garo rica dengan pete. Selama ini pete dengan sambal biasa kita jumpai pada produk seperti sambel goreng ati, sambal lado pete, nasi goreng pete, telor pete dsb.

Sayangnya dua makanan enak belum pernah saya jumpai dikombinasikan jadi satu masakan. Akhirnya diputuskan untuk membuatnya di dapur sendiri saja. Pembuatannya sederhana saja.

Pertama dibuat cakalang garo rica dengan proses normal. Cakalang fufu disuwir-suwir halus, digoreng tore (renyah/garing) menggunakan minyak panas. Sambil disiapkan cabe merah pedas dipotong, sedikit bawang, jahe dihaluskan, daun jeruk limo; semua digoreng dan dicampurkan untuk mendapat cakalang garo rica (normal).

Petai dikupas dan di sangrai di tempat terpisah. Setelah berminyak dicampurkan ke dalam cakalang garo rica, terus dipanaskan dalam penggorengan. Akan keluar aroma wangi khas pete. Berarti siap hidang dan siap santap.

Hasil :
Aroma khas cakalang garo rica dan pete tercium dengan cukup kuat pada hidangan ini. Saat disantap bagian daging ikan, terasa kenikmatan khas cakalang garo rica. Hanya sepintas ada tambahan aroma pete. Namun saat bersantap ikan plus biji petenya, wah terasa sekali kenikmatan cakalang pedas ini teraksentuasi dengan baik oleh aroma kencang dari pete. Campuran aroma yang sangat ciamik didapatkan disini. Hanya dapat dinikmati penggemar kuliner Indonesia sejati.

Semoga percobaan awal ini bisa dikembangkan oleh aneka rumah makan manado di mana saja.

[Bagaimana kalau ditambah jengkol?]

20131219-200753.jpg

20131219-200831.jpg

Standar
Fotografi Makanan, Perjalanan, Restaurant

Bukan penggemar Pete kalau belum coba RM KITA di Bogor

Lokasi bila dilihat dari Jalan Batutulis

Untuk mencapai RM KITA di Bogor ini, paling mudah bila menempuh arah Jl. Surya Kencana, terus ke Jl. Siliwangi, dan berbelok kanan di pertigaan masuk ke Jl. Batutulis sesudah sekolah Mardi Yuwana.  Dari belokan ini kita hanya perlu belok kanan sebelum sampai jembatan Kali Cibalok, tepatnya Jl. Ular Ban (juga bisa dicapai dari Gang Aut sejajar Kali Cibalok).

Restoran ini sudah cukup lama dan beberapa kali pindah lokasi hingga tempat yang sekarang. Jadi penggemarnya juga cukup banyak dari mana-mana. Para pecinta pete pasti akan kembali lagi setelah kemari, yang tak gemar pun akan jadi gemar dan datang lagi.

 

Bagian dalamnya ..sambil menanti pesanan

Baca lebih lanjut

Standar
Party, Perjalanan

Cimande: sate domba, es goyobod, bayi ikan mas

Kawan-kawan, setelah sebelumnya diceritakan panorama alam sekitar Cimande dan betapa nikmatnya musik tradisional cianjuran pengiring pertemuan, sekarang kita kembali cerita soal makannya  ya …… sesuai dengan temanya blog … makan lagi… alias wisata kuliner .. Nah ceritanya seusai dengan urutan makanku ya….

ES Goyobod nan lezat

Baca lebih lanjut

Standar
Party, Perjalanan

Cimande : Tutut, Peuteuy, Kambing

Ini kisah dari perjalanan ke rumah rekan kami, sebut saja Abah, di Cimande, ya Desa Cimande dekat tempat pengobatan yang terkenal untuk patah tulang dan sebangsanya. Tutut dalam panci perebusanTujuannya untuk menghadiri perayaan ulang tahun beberapa rekan yang digabung menjadi satu dan dirayakan bersama disalah satu peternakan terpadu disana (domba garut, ayam kampung dan ikan). Salah satu santapan khas yang menanti disana adalah Tutut, sejenis keong sawah berukuran kecil. Direbus secara sederhana tanpa bumbu, hanya dengan tambahan garam dan daun semacam daun jambu, lupa bertanya pada Ambu pembuatnya. Ini pengalaman pertama kali buat saya memakan Tutut.

Baca lebih lanjut

Standar