IMG_1206-0.JPG
Bistro/Cafe

Kuliner Pasar Santa: Gayobies Coffee

IMG_1252.JPGIMG_1251.JPG

IMG_1250.JPG

Semula kuliner Pasar Santa (modern) identik dengan ABCD Coffee yang merupakan sekolah atau kursus mengenai kopi dan penyajiannya. Dari sinilah mulai kehebohan melalui socmed dan selanjutnya hingga tercipta cukup keramaian dan dimulailah gelombang kuliner dan seni masuk Pasar Santa. Bahasa masa kininya ekonomi kreatif.

Nah Gayobies Coffee sebagai pendatang berikut memilih konsep yang berbeda, bukan sekolah tapi tempat menikmati kopi, dengan menghidangkan aneka jenis olahan dari Kopi Gayo. Tentunya bisa ditemani dengan aneka cemilan yang disediakannya. [Sayang pas kesana cemilan yang ada habis diborong rombongan besar yang baru berkunjung, tetapi tak apalah yang penting bisa menikmati kopinya.

IMG_1205.JPG

IMG_1207.JPG

IMG_1206.JPG

IMG_1208.JPG

Standar untuk mencoba kopi bagi saya adalah kopi tubruk/drip/sejenis atau espresso yang dibuat di kedai kopi yang dikunjungi, bukan aneka produk kopi yang sudah bercampur dengan bahan lain. Saat menyeruputnya saya mencoba menikmati karakter kopi yang dicecap oleh syaraf perasa di seluruh bagian lidah.

Nah di Gayobies ini saya pesan kopi tubruk, yang dihidangkan di cangkir kopi elegan, komplit dengan buih dan butiran ampas kopinya. Suatu penampakan yang menyenangkan. Saat menyeruput kopi tubruk asal Gayo ini mulai terasa kenikmatannya, dengan diawali oleh tendangan roasting matang dan penuh, dengan mayoritas asam mewakili aneka buah-buahan dan samar-samar berbagai rasa lain ada dilatar belakang. Roasting yang cukup matang tetapi nikmat, sehingga tidak terasa satu cangkir kopi cepat habisnya.

IMG_1210.JPG

IMG_1209.JPG

IMG_1211.JPG

IMG_1212.JPG

Sayang meskipun pengelola Gayobies Coffee nampak ramah-ramah namun karena keramaian pengunjung maka kami belum bisa banyak berbincang-bincang dengan mereka. Tidak apalah, nanti lain kali mudah-mudahan ada waktu.

IMG_1213.JPG

IMG_1214.JPG

IMG_1215.JPG

Nah di Gayobies Coffee ini sama dengan yang lainnya mereka juga tutup pada hari senin, karena keramaian yang luarbiasa sejak jumat sampai dengan minggu.

Standar
IMG_1219-0.JPG
Bistro/Cafe

Kuliner Pasar Santa: Ki_Cchin Japanese Kitchen

IMG_1228.JPGIMG_1227.JPG

Kembali lagi ke Pasar Santa yang sedang naik daun untuk kuliner, mencari aneka produk kreatif, dan sekedar untuk kumpul-kumpul. Kali ini saya mencoba makanan Jepang, khusus aneka Teppan Yaki. Masakan khas Jepang yang diolah dengan menggoreng atau lebih tepatnya ditumis pada meja khusus. Nama warung ini Japanese Kitchen, Ki_Cchin. Mungkin begitu orang Jepang menyebutnya.

Dalam pengolahannya menggunakan aneka sayur, bumbu, daging dan bahan lainnya. Rajangan kecil bahan-bahan ini selanjutnya ditumis dengan minyak dan saus sampai kematangan tertentu dan disajikan dalam mangkuk bersama nasi putih panas.

IMG_1230.JPG

IMG_1229.JPG

IMG_1220.JPG

Saya pesan Teppanyaki dari bahan lidah untuk mencoba, kalau daging kan sudah biasa. Proses pengolahan sama juga seperti lainnya, dan tidak lama sudah tersedia siap untuk dimakan. Karena duduk di depan wadah penggorengan maka saat mau makan sudah kepingin sekali karena aroma yang keluar selama proses sudah merasuk hidung.

Untuk saya mangkuknya berukuran lumayan, dalam arti cukup untuk bersantap tanpa kenyang, sehingga bisa mencicipi hidangan lain lagi. Mungkin bagi orang yang makannya tidak seperti saya ini sudah cukup mengenyangkan porsinya. Tapi yang penting dalam suatu makanan adalah rasanya, dan rasa yang didapatkan dari seporsi lidah teppanyaki ini cocok sekali dengan saya. Kemanisan, tingkat pedas dan bumbu lain sudah sangat pas. Semoga masakan lain juga sama nikmatnya.

IMG_1217.JPG

IMG_1218.JPG

IMG_1219.JPG

Saat makan disitu yang menjadi chef adalah Mas Yanuar asal Surabaya. Kini dia bermukim di LA, alias Lenteng Agung bersama istri dan anak-anaknya. Sedikit banyak bercerita tentang suka-duka menjalankan warung Jepang ini.

Untung jam operasional mereka adalah jam 2 siang sampai tutup pukul 9 malam atau habisnya bahan. Namun demikian sejak jam 9 pagi sudah harus belanja daging, aneka sayur ke pasar-pasar; selanjutnya dirajang untuk siap diolah nantinya. Karena tidak mungkin proses merajang baru dilakukan saat memasak. Usai berjualanpun masih harus bersih-bersih sebagaimana tempat makan lain, tidak mungkin ditinggal dalam keadaan kotor.

IMG_1221.JPG

IMG_1222.JPG

IMG_1224.JPG

Sementara ini jam operasional Ki_Cchin antara jam 2 sore -9 malam, dan buka tiap hari rabu sampai minggu. Nah puncak keramaian adalah hari sabtu dan minggu. Sangat melelahkan kata Yanuar, berhubung istirahatpun tidak sempat pada saat ramai, belum lagi panasnya penggorengan. Tapi keramaian pasti menghilangkan segala lelah, karena buat apa buka warung kalau sepi terus.

IMG_1223.JPG

IMG_1226.JPG

IMG_1225.JPG

IMG_1216.JPG

Selamat menikmati Ki_Cchin Japanese Kitchen di Pasar Santa, jangan lupa kuliner lainnya.

Standar
Sate Domba Garut
Food Court

Kuliner Pasar Santa: Sate Dombrut Paling Enak!!!

IMG_1240.JPGIMG_1241.JPG

Ingin mencoba sate domba paling maknyus? Hanya satu tempatnya yang saya tahu saat ini, Sate Dombrut! Nah menariknya Sate Dombrut sudah hadir di Pasar Santa, ini kabar baik pertama untuk penggemar sate.

Saya sudah tanyakan ke pengelola disana dan via twitter apakah ini memang benar Sate Dombrut cabang dari Dombrut Cafe (@DOMBRUTcafe) yang saat ini berlokasi di Tanah Tingal, yang dahulu dikenal juga dengan Sate Dombrut .. Bahkan sudah punya akun twitter sendiri di @santadombrut … Jadi benar ini

IMG_1243.JPG

IMG_1242.JPG

Saya pribadi sudah menggemari sejak bertahun-tahun Sate Dombrut ini, sejak masih berlokasi di Jalan Ampera Raya (juga ada di Bintaro Sektor 9). Selanjutnya pindah ke Jalan Benda, buka di Kota Kasablanka dan sejak disana tutup kehilangan jejak karena bukanya jauh di Tanah Tingal. Sayang sekali sebetulnya produk yang baik dan enak tetapi kesulitan untuk menetap disatu lokasi dengan lama. Semoga yang di Pasar Santa ini betah dan tahan lama.

Oh iya buat yang belum tahu, Dombrut itu singkatan dari Domba Garut. Domba khas yang dimiliki negara kita, awalnya hanya dijumpai di daerah Garut. Untuk jelasnya silahkan lihat wikinya.

IMG_1245.JPG

IMG_1247.JPG

Kabar baik kedua adalah di Pasar Santa ini mereka berjualan dengan paket ekonomis, dalam hal ini satu porsi sate dombrut dengan nasi dijual mulai 25ribu rupiah untuk sate campur dan nasi. Nah sate campur ini favorit saya, yakni sate daging domba garut yang dibakar bersama dengan campuran lemaknya. Rasanya nikmat sekali, kelembutan daging dombrut yang khas ini ditambah lagi kenikmatannya dengan tambahan lemak yang lumer sehingga semua berpadu dengan sempurna dalam mulut dan memberi sensasi luar biasa pada lidah. Tambahan saus kecap, bawang merah dan cabe rawit potong memberikan sensasi tradisional yang lekat di otak tentang sate lokal, namun tanpa itu juga sate ini sudah nikmat sekali. Sungguh satu kenikmatan bersantap yang tak bisa dilewatkan.

Untuk yang khawatir terhadap lemak, tersedia sate versi daging seluruhnya.

Bagi yang suka kuah-kuahan ada juga masakan sop, tongseng, sop sumsum semuanya dari bahan Domba Garut. Semuanya enak dan membuat ketagihan bagi yang menyantapnya.

IMG_1244.JPG

IMG_1246.JPG

Kalau boleh saran sih sebaiknya lemak yang saat ini potongannya cukup besar sebaiknya dibagi dua dalam sate, sehingga terdapat dua daging dan dua lemak yang agak kecilan.

Oh iya Sate Dombrut ini di Pasar Santa Lantai 2 Los 16 dan buka dari jam makan siang.

Standar
Event

Satu Nusa Satu Bangsa

.Ranu Regulo Ranu Pane

Dirgahayu Sumpah Pemuda Indonesia,

Satu Nusa – Indonesia

Satu Bangsa – Indonesia

Satu Bahasa – Indonesia

Catatan:

Mari lakukan apa yang kita bisa. Mulai dari yang kecil, dari kita sendiri

Standar
IMG_0726-0.JPG
Food Court, Kuliner

Kuliner Pasar Mayestik: Kedai Mini

Masuk Pasar Basah Hidangan Tanpa Merek

Kedai Mini terletak di basement Pasar Mayestik, sebelah pasar basah, cukup komplit menyediakan masakan minang. Yang pasti tidak memberatkan kantong, layanan baik dan terpenting enak.

Tungku

Pasar Mayestik sendiri tepat dikunjungi kalau sedang mencari bahan pakaian dan pernik-perniknya, serta menjahitnya yang pasti. Buat orang setempat ada juga pasar basah yang komplit dan bersih.

Nasi Hangat

Sekarang ada tiga bagian yang sedia kuliner di Pasar Mayestik: di lantai atas dekat parkiran mobil ada food court; di lobby utama ada stan-stan yang sedia makanan kecil dan aneka minuman. Terakhir di basement ada kios-kios yang berjualan makanan, dalam hal ini kebanyakan ya makanan (berat) siap saji. Pada saat jam makan siang rata-rata kedai makan disini penuh dengan pelanggan.

Aneka Hidangan Rendang Dkk

Kedai Mini dipilih untuk mengisi perut kali ini dari berbagai pilihan yang ada, karena menarik. Masakan minang yang disediakan memberi aneka pilihan, mulai dari ikan bakar, gulai, (ayam, telur, otak), rendang, tunjang, kari dll. Oh iya jangan dicari papan nama Kedai Mini, tidak ada disana, nama ini saya tanya langsung pada Uda yang mengelola disana.

Kari Limpa Ayam Gulai Nasi, Kuah, Sambel, Jengkol

Pilihan santapan saya:
- Nasi putih hangat (2) dengan sayur nangka, aneka kuah plus sambal hijau, plus gulai jengkol.
- Gulai ayam.
- Kari limpa.
- Teh manis hangat (2).
Semua itu seharga Rp 40 ribu saja.

Jengkolnya Nasi dkk

Nasi hangat dengan kuah, sambel dan jengkol saja sudah begitu nikmat. Terutama karena gulai jengkol yang menurut saya pas sekali. Kerenyahan dan kelembutan jengkol sangat pas di mulut dan lidah. Hal ini disertai pula dengan kuah gulai yang tidak berlebihan mendominasi jengkol.

Ayam gulai terasa lembut dan halus, mungkin lebih enak lagi bila dalam keadaan panas. Limpa kari yang dihidang dengan banyak cabe memberikan rasa nikmat yang luar biasa. Kelembutan tekstur limpa yang segar berpadu dengan kuah kari yang kuat ditambahkan aksen dari gigitan sambel.

Jengkol Sang Primadona

Tak salah lagi limpa dan jengkol menjadi primadona dari santap siang kali ini. Patut direkomendasi untuk dicoba.

Standar